Kamu Bukan Saudaraku

Jum’at, 15 Juni 2007 | 02:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bisa membedakan kerabat dengan makhluk asing amat penting bagi beberapa jenis binatang. Kemampuan ini membantu mereka berbagi makanan atau menghindari perkawinan sedarah. Tapi tak cuma hewan yang punya kemampuan itu, tumbuhan ternyata juga bisa.

Tumbuhan memperlihatkan persaingan dalam berbagi lahan, baik dengan tumbuhan sejenis maupun jenis lain. Misalnya, menyalurkan energi lebih banyak dalam pertunasan akar ketika berebut air dan nutrisi dengan tumbuhan lain di dekatnya.

Susan Dudley dan Amanda File dari McMaster University di Ontario, Kanada, berhasil membuktikan bahwa tanaman yang bersebelahan dengan tumbuhan yang bukan kerabatnya akan lebih kompetitif ketimbang yang tumbuh bersama saudara sebenihnya. Mereka memasok energi lebih besar untuk menumbuhkan perakarannya ketika tetangganya tidak memiliki materi genetik yang sama.

Ternyata tumbuhan tahu lebih banyak soal lingkungannya daripada yang diketahui sebelumnya. Mereka bisa merasakan kehadiran tumbuhan tetangganya lewat perubahan pasokan air dan nutrisi yang tersedia atau lewat isyarat kimia di tanah, juga menyesuaikan pertumbuhannya dengan kondisi itu.

“Kehidupan sosial rahasia yang dimiliki tanaman ini telah diketahui luas oleh pakar ekologi tumbuhan,” kata Dudley. “Tapi kemampuan untuk mengenali sanak familinya ini belum pernah ditunjukkan sebelumnya.”

Dalam studinya yang dipublikasikan dalam Biology Letters, Dudley dan File menanam tumbuhan pantai “great lakes sea rocket” (Cakile edentula) dalam pot berisi empat tanaman. Tumbuhan itu dicampur dengan tanaman dengan garis keturunan seinduk atau dari famili yang berbeda.

Sayangnya, bagaimana tumbuhan bisa membedakan sesamanya masih jadi misteri. Dudley menduga ada protein atau sinyal kimia yang spesifik pada setiap famili tanaman, yang dikeluarkan dan dideteksi akar lainnya di daerah yang berdekatan.

Ada kemungkinan tumbuhan juga punya semacam sistem imun, seperti binatang untuk merasakan makhluk lainnya di sekitar mereka, kata Ariel Novoplansky, ahli biologi tumbuhan di Ben-Gurion University of the Negev, Israel. Pada binatang, pengenalan sanak famili kerap dilakukan menggunakan protein imun spesifik yang mengungkapkan materi genetik individu.

Jika molekul spesifik seperti itu juga dipancarkan akar tanaman dan akar itu berada cukup rapat dengan yang lain, kemungkinan besar mekanisme itulah yang membuat mereka bisa membedakan keluarga atau individu asing. “Tapi sampai saat ini saya belum bisa membayangkan mekanisme seperti itu bisa terjadi,” katanya. “Belum ada bukti.”

nature

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s