Rhenald Kasali : Kuper

Jakarta, Seorang direktur utama terkenal sebuah Badan Usaha Milik Negara sangat besar di negri ini pernah berujar bahwa karyawan-karyawannya “kuper”. Saya agak maklum karena dirut ini bukanlah orang karier di perusahaan itu, melainkan diimport dari luar. Lagipula ia sudah banyak makan asam garam memimpin sejumlah perusahaan yang berbeda-beda.

Dibilang begitu tentu ada banyak orang yang tidak terima.

“Ini perusahaan besar, jangan main-main,” ujar seorang senior yang sangat dihormati di sana menolak ucapan itu.

Yang lain melanjutkan: “Emangnya dia pernah punya portfolio sebesar perusahaan ini? Jelas berbeda lah.”

Singkatnya mereka tidak terima.

Begitulah manusia memang cenderung menyangkal terhadap fakta-fakta baru yang mereka dengar. Faktanya sangat benar, mayoritas orang-orang yang bekerja di perusahaan-perusahaan besar, kemungkinan besar memang kuper (kurang pergaulan).

Bagaimana tidak?

Waktu mereka 95% dihabiskan di dalam perusahaan. Pulang-pergi adalah dari dan ke kantor yang sama. Tugas ke luar kota juga begitu. Begitu mendarat di bandara, mereka langsung dijemput protokol kantor. Jadi bergaul dengan sopir taxi saja tidak ada waktunya. Rapat, seminar, makan siang atau makan malam, pun dilakukan beramai-ramai dengan rekan kantor. Di kantor disediakan pula band pengiring untuk makan siang, sehingga siapa saja boleh bernyanyi di sana. Main tennis juga bisa di mess kantor. Bahkan tak jarang pula yang rumahnya disediakan kantor pada area tertutup untuk orang-orang lain.

Cobalah tengok ke dalam (perusahaan) dengan tatapan yang lebih halus. Spouses (pasangan, suami atau istri mereka) ternyata juga ditemukan (berjodoh) di kantor. Kasus-kasus perselingkuhan juga ditemui pada rekan-rekan kerja. Dan yang lebih menarik lagi, semua orang betah bekerja di kantor: turn-over karyawan sangat rendah, rata-rata usia karyawan di atas kepala empat dan promosi jabatan semuanya berasal dari dalam.

Implikasinya sangat jelas, organisasi menjadi tertutup dari dunia luar. Semua orang hanya membicarakan diri mereka sendiri, yaitu karier pribadi dan karier teman-temannya, fasilitas yang mereka terima, rezeki masing-masing, serta memperolok teman-teman yang tampak berbeda. Mereka memperolok orang yang bekerja lebih tekun dari mereka, atau mempunyai harta yang lebih banyak. Kalau ada yang rela pulang lebih larut malam dianggap sebagai penghianat dari pada prestasi. Kalau bos dekat dengan salah satu orang yang bukan anggota paguyuban mereka, akan segera disikat.

Banyak orang yang berkata bahwa orang lain tidak jujur, padahal kata-kata itu cuma refleksi dari perbuatannya sendiri. Mereka mudah tersinggung, senang ngomong negatif di belakang, tidak berani terus terang, senang menghambat orang-orang berprestasi, dan menganggap diri merekalah yang paling bermoral.

Fakta sesungguhnya: Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya tengah terjadi di luar sana. Mereka hanya ngomel-ngomel, tapi tahukah mereka bahwa mereka sesungguhnya orang yang paling dikeluhkan?

Tentu saja masih ada orang yang tidak demikian pada lembaga-lembaga bernama besar. Mereka kerja keras, banyak gaul keluar dan berpotensi jadi pemimpin. Namun mereka sering terpinggirkan.

Fakta-fakta ini adalah persoalan terbesar dalam perubahan. Orang-orang yang tidak pernah melihat cahaya akan merasa terganggu manakala seorang membuka jendela di ujung sana. Mereka segera berteriak-teriak minta ditutup. Mereka mengabaikan pasar, mereka merasa diri merekalah yang paling tahu. Padahal mereka sedang ditinggalkan dan bahkan ditertawakan oleh pasar (konsumen).

Solusinya sederhana sekali: Buka semua jendela yang ada agar hawa segar segera masuk, nyalakan lampu-lampu yang telah lama di matikan, lalu buka pintu lebar-lebar dan biarkan orang-orang di luar masuk ke sini, dan biarkan mereka yang di dalam ikut bermain di luar. Lalu buka pelatihan-pelatihan ke luar, biarkan pelatihan-pelatihan Anda diikuti karyawan/eksekutif dari luar kantor Anda. Buat semua orang bergaul, dan hapuskan fasilitas-fasilitas paguyuban agar mereka semua mau juga bergaul di luar.

Setelah itu bongkar struktur organisasi yang tertutup, perbaiki budaya organisasi dan lindungi orang-orang baru agar tidak menjadi sama dengan orang-orang lama. Pergaulan luas adalah modal penting untuk menafsirkan evolusi. Sesuatu yang berubah tak dapat dipahami oleh orang-orang yang hanya sembunyi dalam tempurungnya masing-masing. Pergaulan luas akan mengangkat rasa percaya diri dan membuang prasangka-prasangka negatif. Lihatlah mereka akan kegerahan dan berteriak-teriak. Tapi itulah kesempatan yang terakhir bagi mereka untuk melakukan itu.

Selamat menimbulkan kekacauan, untuk kebaikan.

Keterangan penulis:
Rhenald Kasali adalah pakar manajemen pemasaran, perilaku konsumen, komunikasi dan strategi. Direktur Program Magister Management FE Universitas Indonesia.

10 thoughts on “Rhenald Kasali : Kuper

  1. Pramono Seno AJi

    Mungkin apa yang disampaikan Pak Rhenald tidak hanya terjadi di perusahaan besar. Hal ini juga saya rasakan di perusahaan tempat saya bekerja saat ini – yang notabene adalah perusahaan kecil (karyawan sekitar 115 orang). Saya bekerja di sebuah perusahaan yang baru berdiri tahun 2004 – yang dibangun oleh temen2 alumni Arsitektur UGM (DAGADU DJOKDJA).

    Saya butuh waktu lebih dari 3 tahun untuk mengubah budaya resisten & tertutup tersebut untuk menjadikan sbg perusahaan yang dinamis. Saya sangat terbantu dengan buku Pak Rhenald tentang perubahan “CHANGE”.

    Sampai saat inipun belum bisa dikatakan berhasil 100%, tapi setidaknya budaya perusahaan telah mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.

    Reply
  2. no name

    setuju pak

    sebaiknya buku “CHANGE” bpk dijadiin buku wajib bwt mahasiswa supaya kita benar2 jadi agen perubahan sejat

    atau bpk jd menteri BUMN aj pak

    itu area yg butuh perombakan yg sgnifikan

    Reply
  3. sarsulistyo

    Alhamdulillah senang sekali dengan artikle dari pak Rhenald.
    Saya sudah membaca buku CHANGE karya pak Rhenal sejak tahun 2005, saya coba mengadakan perubahan kecil di tempat saya bekerja saat itu (BUMN airlines), namun ternyata saya yg ternyata tersingkir. Namun saya bangga meskipun tersingkir, karena tersingkir bukan karena melakukan perbuatan negatif tapi tersingkir untuk untuk maksud perubahan ke arah yg baik. Memang dlm buku CHANGE perubahan kadangkala perlu pengorbanan.
    Sekarang sudah hijrah dari BUMN tsb, dan masuk airlines milik PEMDA RIAU (pekanbaru). Alhamdulilah kini berubah seperti slogan Garuda “KINI LEBIH BAIK”

    salam,
    SArsulistyo, S.S. M.Psi

    Reply
  4. Dicky H S.Farm

    Dear pa rhenald,
    saya seorang mahasiswa apoteker di bandung, tahun ini begitu berat buat saya, dulu waktu saya S1 yah masih belajar teori dan praktek langsung, maklum kita sebagai orang sains. tapi setelah saya mengambil profesi sebagai apoteker jadi bingung kebanyakan belajar manajemen, mulai dari industri sampai apotek…. setiap hari belajar manajemen senin sampai jumat…cape dech
    Dosen saya sering mengajukan pertanyaan lewat blogs-nya di internet, tetapi bersifat cerita kehidupan sehari-2 mulai cerita tukang delman-lah, tukang pisang, sampai tukang kunci…suatu saat saya pernah bertanya pd seorang teman untuk meminta pendapatnya soal cerita tersebut, katanya cerita dosen saya itu mirip dengan buku2 atau artikel, rheinald kasali!! saya langsung mencari blogs bapa di internet… mungkin bapak bisa membantu saya untuk memberikan referensi buku untuk pemula seperti saya…mohon petunjuknya terima kasih

    Dicky H S.Farm

    Reply
  5. luxaman

    saya mahasiswa yang sedang meneliti tentang persepsi konsumen. mohon kesediaannya menjawab pertanyaan saya: bagaimana cara interpretasi pada peta persepsi dengan menggunakan metode correspondence analysis dan bagaimana cara pemberian label nama dimensi yang dihasilkan

    Reply
  6. novan edwin

    salam sukses selalu pak buat kita semua…amin

    apa yang bapak sampaikan tersebut sangat benar adanya, tanpa dipungkiri kita orang-orang yang menginginkan perubahan kadang-kadang malah disingkirkan walaupun secara sadar lingkungan kita mengetahui bahwa perubahan yang kita bawa tersebut bertujuan untuk kebaikan..tapi insyaallah dengan niat yang baik semua yang baik sedari awal akan mendapatkan dan memperoleh hasil yang baik..

    maju terus bangsaku
    novan

    Reply
  7. Ida Savitri Kusmargiani

    Pak Rhenal dengan membaca buku bapak seraya bapak ada didepan saya walau saya hanya sekali bertemu dengan bapak. Smoga bacaan say a membawa manfaat bagi sekaliling saya.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s