Rating reksa dana hadapi kendala

JAKARTA: Meski bakal menguntungkan pemodal dalam memilih produk investasi, pelaksanaan pemeringkatan reksa dana masih terkendala oleh ketiadaan peraturan soal penetapan harga pasar wajar.

Presdir PT Moody’s Indonesia Minon Almasyhur mengungkapkan di negara lain seperti Taiwan, yang mempunyai produk reksa dana hingga berjumlah ribuan, pemeringkatan reksa dana sudah lazim dilaksanakan.

Namun, kata dia, pemeringkatan semacam itu belum bisa diterapkan di Indonesia. Hal ini karena peraturan soal harga wajar produk investasi tersebut di pasar belum ada.

Padahal, menurut dia, sejumlah manajer investasi di Tanah Air telah menyampaikan kesediaannya untuk memeringkatkan reksa dana yang dikelolanya.

“Bagaimana bisa mempunyai peringkat reksa dana kalau harga referensi belum mencerminkan harga pasar yang wajar,” ujarnya saat berdialog dengan redaksi Bisnis Indonesia, kemarin.

Dalam kesempatan itu, Minon turut didampingi oleh Assistant Vice President Communication Manager-Moody’s Asia Pacific Hector Lim.

Karena itu, menurut Minon, pelaku pasar harus menunggu hingga Bapepam-LK menerbitkan peraturan soal harga pasar wajar dan kewajiban memeringkatkan reksa dana bagi manajer investasi (MI).

Hingga saat ini, penghitungan nilai aktiva bersih reksa dana masih menggunakan nilai pasar wajar yang ditentukan oleh MI. Hal tersebut tertuang dalam peraturan Bapepam-LK No. IV.C.2 tentang nilai pasar wajar dari efek dalam portofolio reksa dana.

Di sisi lain, adanya pemeringkatan reksa dana dapat memudahkan pemodal dalam memilih produk investasi yang dapat dipercaya.

Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s