Nyleneh, Gus Dur Ingin Jadi Penyeimbang

Surabaya, gusdur.net

Pemikiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang sering terlihat nyleneh, menurut Rektor Universitas Muhammadiyah Muhadjir Effendy, bukanlah sesuatu yang asal beda. Namun, itu adalah upaya Gus Dur untuk menciptakan perimbangan di tengah-tengah masyarakat.

“Seperti dalam membela Inul (ratu ngebor Inul Daratista, red), saya pikir Gus Dur bukan setuju dengan goyangnya Inul. Tapi, lebih dimaksudkan untuk memberikan perimbangan,” ujarnya.

Muhadjir menyampaikan itu ketika tampil sebagai pembicara dalam bedah buku Islamku Islam Anda Islam Kita yang digelar Komunitas Tabayun di Graha Pena Jawa Pos, Surabaya (6/2/2007). Selain Muhadjir, tampil sebagai pembicara tokoh muda NU yang juga Wakil Walikota Surabaya Arif Afandi, dan Direktur The WAHID Institute Ahmad Suaedy.

Sekitar 200 orang menghadiri bedah buku tersebut. Di antara hadirin, ada seorang profesor ilmu politik dari Amerika Serikat, Michael Steven Fish. Dia sedang melakukan penelitian soal Islam di Indonesia. Hadir pula Pembantu Rektor II IAIN Sunan Ampel Surabaya Prof Dr Nursyam.

Dalam diskusi yang dipandu Direktur Pemberitaan J-TV Imam Syafii itu, Muhadjir menuturkan, Gus Dur berani mengambil posisi seperti itu karena dia sadar bahwa dirinya memiliki modal yang cukup besar. Yakni, sebagai cucu pendiri NU Hadratusyaikh KH Hasyim Asy’ari, sebagai mantan ketua umum PB NU dan sebagai intelektual.

“Dengan kelebihan seperti itu, Gus Dur akhirnya bisa memosisikan diri sebagai pengimbang. Ini adalah kelebihan Gus Dur yang tidak dimiliki tokoh lain,” jelas tokoh Muhammadiyah yang mengaku cukup dekat dengan pemikiran Gus Dur tersebut.

Muhadjir lalu menegaskan, se-nyleneh apa pun pemikiran Gus Dur, tapi mantan presiden itu masih dalam rel Islam. “Sejauh yang saya amati, Gus Dur tidak pernah menyamakan Islam dengan agama Islam. Bagi Gus Dur, Islam tetap sebuah agama yang dia yakini kebenarannya,” tuturnya.

Arif Afandi yang tampil sebelum Muhadjir menuturkan, di tengah ke-nyleneh-an Gus Dur, ada satu hal yang bisa digarisbawahi. Yakni, ideologi pembelaan yang dipegang Gus Dur. Dia selalu memberikan pembelaan kepada pihak-pihak yang teraniaya.

Dalam kasus itu, Arif mencontohkan sikap Gus Dur terhadap intelektual muda NU Ulil Abshar Abdalla. Dalam banyak kesempatan, Gus Dur semestinya mengkritik sikap Ulil yang liberal. Namun, ketika Ulil dihujat sekelompok umat Islam dan akan dibunuh, Gus Dur dengan lantang membelanya.

“Jadi, intinya, Gus Dur itu tidak mau ada pihak-pihak yang dominan, lalu mendiskreditkan pihak yang lemah,” ujarnya.

Suaedy menambahkan, untuk membuat perimbangan, Gus Dur sering melawan arus yang berkembang. “Contohnya, ketika Gus Dur diusir oleh FPI di Purwakarta. Ketika reaksi yang mengecam pengusiran itu begitu besar, Gus Dur malah dengan enteng mengatakan bahwa dirinya tidak diusir,” jelasnya.

(Jawa Pos, Rabu, 07 Mar 2007)

14 thoughts on “Nyleneh, Gus Dur Ingin Jadi Penyeimbang

  1. muad

    pak muhajir banyak ngibulnya, disuruh ngritisi bku gus dur malah jadi forum puja-puji. ini rektor UMM kog gak landep analitiknya piye tho ? dasar kharisma gus dur memang bikin jangankan rektor UMM presiden amerika aja puyeng koplak ndase………….

    Reply
  2. Daryanto

    Gus Dur satu-satunya orang Indonesia yang diperhitungkan di dunia internasional, percaya atau tidak banyak faktanya. maju terus Gus, sampai ku temukan penggantimu

    Reply
  3. Ise

    manusia-manusia seperti Gus Dur harus diperbanyak di Indonesia, manusia seperti Gus Dur adalah tipologi manusia-manusia modern yang maju.

    Reply
  4. ahmadpaku

    buat gus “dung” berarti lucu dong hahahahahaha jadi ingat filmnya warkop jadul lucu banget……..ah elo don. ingat ketika namanya sarwani, paijo dll hahahaha kalau memang kerasukan gapapa deh. asal jangan kerasukan racun arsenik aja ntar bisa koit. sabar ya gus. gitu aja kok repot. becik ketitik olo ketoro

    Reply
  5. ivac

    kadang kita memang suka di bikin bingung akan kenyelenehanya gusdur, tapi k-lo mau kita pelajari kenyelenehanya gusdutr itu berdasar,,..
    cmn kadang otak kita agak telat nerima apa yang di lontarkan gusdur,..
    lanjut terus gus,…

    Reply
  6. abi salam

    Gus Dur dalah tipikal dari ‘khidhir’, apapun yang diungkapkan akan muncul di kemudian hari. Kita kadang melihat sesuatu yang aneh pada apa yang dilakukan beliau. Tetapi baru akan tahu, setelah terbuka ‘hijab’ jawaban dari apa yang dilakukan beliau. Ingat! Gus Dur pun manusia bukan nabi, barangkali juga masih banyak khilaf. Wallahualam bishawab ….

    Reply
  7. hery setiawan

    aku memahami apapun yang ia sampaikan ….bukan untuk di ambil
    mentahnya tapi kita akan memahaminya 10 tahun kedepan…karena beliau bukan makam kita yang awam….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s