Masalah uang pensiun di Jepang

Kebijakan mengenai uang pensiun di Jepang umumnya disambut baik oleh masyarakat, di mana besarannya lebih dari separuh pendapatan para pekerja. Berdasarkan estimasi yang dipublikasikan Kementrian Kesehatan, Tenaga kerja, dan Kesejahteraan, pensiunan berharap bisa meraih uang pensiun sedikitnya 51,6% dari penghasilan rata-rata para pekerja usia produktif.

Namun, angka tersebut secara gradual akan turun seiring dengan berkurangnya kontribusi para pensiunan tersebut terhadap pembangunan.

Di samping itu, besaran uang pensiun ini tidak bisa ditentukan secara sepihak. Sebab, semua sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi negara. Artinya, jika perekonomian tumbuh dengan baik, maka uang pensiun berpeluang dinaikkan. Demikian pula sebaliknya.

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah tingkat kelahiran. Jika tingkat kelahiran tinggi, maka populasi penduduk akan meningkat. Akibatnya, beban pemerintah semakin berat, termasuk menyantuni para pensiunan. Dengan demikian, maka bisa jadi uang pensiun bakal menyusut.

Perdana Menteri Shinzo Abe mencoba membuat gebrakan, dengan berencana memperluas jangkauan pemberian uang pensiun kepada para pekerja nonpermanen, atau pekerja honorer.

The Asahi Shimbun, 6 Maret

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s