Jalur Internet alternatif mulai terwujud

JAKARTA: Perluasan jaringan operator telekomunikasi disiapkan untuk alternatif dalam mengantisipasi bencana sekaligus menghindari ketergantungan pada jalur Internet yang melewati Hong Kong.

PT Telkom Tbk, PT Excelcomindo Pratama Tbk, serta Grup Indosat sebagai penyedia jaringan mulai mewujudkan jaringan alternatif untuk sambungan ke tulang punggung Internet internasional.

Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar mengingatkan agar operator tidak tergantung pada satu jalur sambungan Internet mengingat Indonesia adalah negara yang besar.

“Saat ini, semua operator masih menggunakan jalur yang sama yaitu Hong Kong-Taiwan-Amerika,” ujarnya pekan lalu.

Dian Siswarini, Senior Vice President Network Planning & Development XL, mengatakan pihaknya akan membangun jalur tidak lebih dari 50 km untuk terhubung dengan jaringan Telekom Malaysia sebagai alternatif dari jalur jaringan ke Taiwan.

XL membangun backbone kabel serat optik bawah laut dengan kapasitas 16 Gbps yang merupakan hub menuju akses internasional melalui Batam ke Johor dan jaringan milik perusahaan induknya, Telekom Malaysia, yang terhubung ke Eropa, AS, dan Australia.

Dirut Indosat Mega Media Indar Atmanto mengatakan pihaknya mempertimbangkan jalur alternatif Internet melalui Australia.

Sementara itu, Telkom menyatakan belajar dari pengalaman gempa Taiwan yang lalu, perusahaan itu sudah memutuskan membangun jalur baru dari Indonesia-Australia-Eropa, atau Indonesia melalui Eropa-Amerika.

“Itu bukan masalah lagi, hanya memang ada perbedaan hitungan nano-second saja,” kata Arwin Rasyid menjelang lengser dari posisinya sebagai Dirut Telkom pekan lalu.

Dia mengatakan sejak lama pihaknya menggunakan kapasitas 2 Gbps menggunakan jalur Taiwan, tetapi dalam empat tahun ke depan Telkom akan meningkatkan kapaitas internasionalnya dari 2 Gbps menjadi 20 Gbps atau 10 kali lipat.

Untuk mewujudkan langkah itu, paparnya, Telkom akan mempertimbangkan jalur-jalur baru yaitu Asia Amerika Gateway Guam-Hawaii-Amerika dari Malaysia atau melalui jalur Australia.

Dia mengatakan secara total gerbang internasional dari seluruh operator masih di bawah 4 Gbps, padahal Malaysia sudah 20 Gbps. “Kami akan memiliki kapasitas sebesar Malaysia beberapa tahun lagi.”

Telkom juga melakukan upgrade jaringan dan meremajakan jaringan yang sudah berusia di atas 10 tahun di seluruh Indonesia setiap tahunnya. Dia menuturkan perkiraan analis pada 2010 Indonesia akan memiliki 80 juta pengguna Internet atau melampaui Prancis dan Inggris meskipun penetrasinya masih tertinggal. (roni.yunianto@bisnis.co.id)

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

One thought on “Jalur Internet alternatif mulai terwujud

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s