Boediono: Pasar global bergerak

JAKARTA: Menko Perekonomian Boediono menyatakan pemerintah maupun Bank Sentral perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya pengaruh ekonomi atas berubahnya sejumlah faktor-faktor kunci perekonomian global yang tengah bergerak.

Dia menyatakan pemerintah akan mengantisipasi kemungkinan tersebut dengan mempertahankan kebijakan prudent yang rasional, termasuk tidak akan melakukan per-ubahan kebijakan fiskal.

Dia menekankan, hanya dengan cara itu pemerintah bisa meraih kepercayaan diri para pelaku pasar, sehingga bisa meminimalisasikan dampak pergerakan pasar global, terutama dampaknya ke dalam negeri.

“Pasar global sedang bergerak. Pasar modal di dunia dan juga pasar uang bersama-sama begitu. Kita tidak bisa berjalan sendiri. Yang bisa kita lakukan adalah mengurangi dampak ini ke dalam,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Seperti diberitakan, pernyataan mantan Kepala Federal Reserve Alan Greenspan tentang Amerika Serikat menuju resesi pekan lalu telah memicu sentimen yang mengakibatkan anjloknya indeks harga saham pasar modal dan mata uang di berbagai negara.

Boediono menambahkan bagi Indonesia, kewaspadaan terhadap pergerakan pasar global itu menjadi lebih penting, karena di saat bersamaan Indonesia berhadapan dengan masih adanya kemungkinan terjadinya bencana alam.

Menurut dia, bencana-bencana alam tersebut sudah menimbulkan gangguan pada pertumbuhan ekonomi. Namun, dia berharap dampak bencana tersebut tidak terlalu besar. Pemerintah masih menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3%.

Defisit APBN

Mengenai penambahan anggaran dana bencana Boediono mengatakan pemerintah belum berencana menambah anggaran untuk bencana. “Sekarang sudah ada dananya yang disisihkan untuk 2007, itu dulu yang kita pakai,” katanya.

Dengan cara itu, kata dia, target defisit APBN 2007 tidak akan terganggu. “Ya [target defisit tetap 1,1%]. APBN 2007 kan UU. Ya kita laksanakan. Nanti kalau di APBNP ada perkembangan yang lain, baru kita bahas dengan DPR.”

Agak berbeda dengan keterangan Boediono, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengungkapkan perhitungan terakhir pemerintah atas pembengkakan defisit anggaran akibat bencana alam adalah 1,3%.

“Bagaimanapun, kami tetap menginginkan angka pertumbuhan ekonomi tahun ini di RPJMN itu 6,7%. Karena itu, defisitnya saja yang diperbesar karena kita membutuhkan pembiayaan,” ujarnya.

Menurut Paskah, dana untuk menutup defisit APBN tersebut tidak dilakukan melalui utang, namun melalui pengelolaan obligasi pemerintah, penghematan, serta optimalisasi belanja pemerintah.

Kenaikan defisit APBN 2007 lebih karena pengeluaran tambahan. ()

Oleh Bastanul Siregar
Bisnis Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s