Pasir dalam Hubungan Indonesia-Singapura

INI sebuah keputusan tegas. Pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 02/2007 melarang kegiatan ekspor pasir ke Singapura. Bisa jadi keputusan tersebut membuat negeri jiran itu gusar, tetapi yang pasti, di dalam negeri kita berlega hati.

Betapa tidak? Ekspor pasir ke negara jiran itu telah berlangsung sejak 1970-an dan Indonesia mengalami kerugian lingkungan luar biasa. Bahkan, Pulau Nipah, di Kepulauan Riau, hampir tenggelam karena penggalian itu.

Singapura memaknai keputusan itu sebagai isyarat negatif. Sebab sudah barang pasti ambisi perluasan daratan negara kota itu akan terganggu. Pasir Indonesia adalah material utama reklamasi pantai Singapura.

Sekurang-kurangnya Menteri Luar Negeri Singapura George Yeo, awal pekan ini, mengungkapkan kekhawatiran itu di hadapan parlemen. Ia menyayangkan bila larangan ekspor pasir dikaitkan dengan alotnya pembahasan perjanjian ekstradisi kedua negara oleh Indonesia.

Syukurlah, sebelum berdampak terlalu jauh, Menlu Hassan Wirajuda menegaskan larangan ekspor pasir ke Singapura tidak terkait dengan proses perundingan perjanjian ekstradisi. Namun, lebih karena adanya kerusakan lingkungan dan ekosistem pulau-pulau di perbatasan. Pernyataan proporsional seperti itu harus didukung dan terus dikuatkan.

Kesalahpahaman diplomatik yang mengganggu hubungan bilateral Indonesia-Singapura memang tidak perlu terjadi. Termasuk bila Indonesia memutuskan untuk menghentikan perdagangan komoditas yang sangat dibutuhkan Singapura seperti pasir.

Hak sepenuhnya Indonesia-lah memutuskan menghentikan ekspor pasir atau sebaliknya, melanjutkan dan bahkan meningkatkan volumenya. Yang terpenting adalah hal itu dilakukan dengan pertimbangan matang dan disampaikan secara proporsional sehingga Singapura pun dapat memahami.

Ada pula yang mengaitkan penghentian ekspor pasir dengan isu perluasan wilayah. Bahwa proyek reklamasi pantai berpuluh tahun telah membuat wilayah bekas jajahan Inggris itu bertambah menjorok ke laut hingga 12 km dan menyerobot wilayah perairan Indonesia. Bahkan, menurut Departemen Kelautan dan Perikanan, hingga 2001 saja ekspor pasir Indonesia telah menambah 20% luas daratan Singapura, dari 633 km2 menjadi 760 km2.

Kekhawatiran seperti itu sah-sah saja. Tetapi, hendaknya hal itu dilontarkan setelah melalui kajian mendalam, didasari argumentasi dan bukti-bukti yang tidak terbantahkan dalam perspektif hukum laut internasional. Bila tidak, klaim sejenis itu, selain dapat mengganggu hubungan bilateral, juga hanya akan menambah daftar kekalahan dalam sengketa perbatasan.

Namun, perluasan daratan Singapura itu juga dapat menjadi media introspeksi. Bila benar wilayah Singapura bertambah, itu hanya terjadi akibat kelengahan dan bahkan kesengajaan Indonesia sendiri. Dan, lagi-lagi, sumbernya pastilah tidak jauh-jauh, karena godaan uang. Bukankah ekspor pasir telah menjadi ladang bisnis yang amat menggiurkan?

Karena itu, setelah melarang ekspor pasir ke Singapura, pemerintah harus melanjutkan langkah itu dengan upaya penertiban, penindakan, dan penegakan hukum di bidang perdagangan pasir laut. Jika tidak, Negara Kesatuan Republik Indonesia pun bisa ‘dijual’ setiap saat, kepada siapa saja.

28 thoughts on “Pasir dalam Hubungan Indonesia-Singapura

  1. Fania cah smansa

    YA….AMPUN….!
    INDONESIAKU…

    Tumpah darahku…
    negaraku tercinta…

    I miss u……

    Weleh…weleh… rak nyambung!!!!

    Reply
  2. RionaL

    Emang kenapa????

    Ga boleh gt??

    Emang Indonesia aja yang bodoh…
    Ga berkembang sich….
    Malu donk ma singapur!!!
    Menang kandang doanKk…

    Reply
  3. julia

    pengeksporan pasir mrupakan tindakan yang bodoh dari pihakk pemerintah yang sewenang ” hanya mementingkan dari segi ekonomi saja. dan itu merupakan suatu pembodohan..

    Reply
  4. hani

    Cintailah negara Indonesia
    dengan segenap jiwa ragamu
    Bangunlah indonesia dengan hati
    bukan dengan otak yahudi
    Stoplah,,,,
    Untuk memperkaya diri sendiri,,
    Lihatlah keadaan sekitar,,
    Masih Banyak urusan
    daripada harus memperkaya diri sendiri,,
    Banggalah terhadap tanah air kita
    Karena kalau buka kita siapa lagi??????

    Reply
  5. honey2

    Mgkn yg diatas cm ungkapan j,,,ney cuman pesen j kita sebagai bangsa ina yang dikasih sama Tuhan SDM dan SDA yang berslimpah,,,kenapa kita ga cb utk bangkit berrsama dari keterpurukan,,,, ga ada gunanya saling menyalahkan,,,
    MARI KITA BANGKIT!!!!!!!!!!!! Apa kita ga malu sama pejuang2 terdahulu yang rela mendedikasikan harta, jiwa bahkan nyawanya untuk negara,,,,,,demi lepas dari para penjajah,,,,,
    sedangkan kita???????????apa yang kita perbuat buat bangsa ini????????Tanyakan pada relung hati anda????????Saya yakin suatu saat INA akan menjadi Negara ADIDAYA yang kuat……..
    Karena saya yakin RODA terrus berputar,,,,,,,

    TTg pengeksporan pasir ke Singapura,,, itu merupakan tindakan bodoh,,,,karena sebenarnya Singapura ingin mereklamasi,,,, terbukti dengan adanya perluasan yang asalnya 633 km2 menjadi 760 km2,,,,,
    Sadarlah janganlah mempersempit wilayah sendiri,,,,
    tetapi menambah wilayah orang lain,,,,

    Reply
  6. mia

    sbenere gmn seeh negara ni??? masak pulaunya berkurang kagak tw???
    emg pada mikirn apa aja seeh?? plizzz deh…Sadar donk!! yang dipikirin jgn uang mlulu…

    Reply
  7. thika

    Indonesia? sebenarnya orang nya pintar dan kreatif2. tapi sayang kreatifnya dipakai buat hal yang negatif. liat aja investigasi tang di tv tv. adaaaa aja barang /jasa yang dipalsuin (hebat dong). tiap olimpiade matematika/fisika pasti slalu juara. tapi sayang SDM seperti itu tidak dikaryakan maksimal oleh pemerintah.
    sudah saatnya kita tidak menyalahkan pihak2 yang terkait,
    mulailah dengan diri sendiri, lakukan hal yang positif, hal2 yg kecil saja.. dan sering..
    suatu saat kita bisa kaya singapura, tidak menutup kemungkinan sebanding dergan US!!! amin..
    -fr d yellow jacket-

    Reply
  8. anatasya

    saya mau tanya nih.. tolong diberikan jawaban bagi yang mengetahui. dimana bisa saya dapatkan buku tentang penjualan pasir antara indonesia dengan singapura. karena dalam tugas ppkn kami membutuhkan referensi berupa buku. alamat email saya : taurusita_07@yahoo.com. terima kasih sebelumnya.

    Anatasya D.Sihotang

    Reply
  9. Aezmaen Syach_Hi_05

    Indonesia kita jual aja semua
    Indonesia kitakan tiada siapa-siapa
    Indonesia dari mana kita merdeka
    Indonesia hentikan keributan yang sia-sia
    Indonesia kami nantikan pembaharuan
    Indonesia kokohkan aku dan semua yang ada..

    Reply
  10. jasmin

    Ini adalah masalah yang sangat serius tapi kenapa kurang mendapat tanggapan yang serius baik dari pemerintah atau rakyat sendiri. Bagi saya menjual pasir, granit, tanah, pulau, laut dll ke negara asing sama dengan melacurkan (menjual) ibu pertiwi/ibu kandung sendiri kepada orang lain. Baik itu dilakukan secara legal apalagi illegal. Kenapa kita serius memandang ini, padahal tiap hari bumi pertiwi dikeroki, dilubangi untuk disetorkan ke negara lain. Kita baru akan terasa/terbelalak kalau wilayah daratan kita tinggal madura atau bali saja????
    Mari bangsa Indonesia kita kawal negeri tercinta ini dengan sejujurnya dan setransparan mungkin. Jangan main mata dengan oknum/pejabat negara lain (Ingat leluhur kita telah memperjuangkannya dengan darah dan air mata). Jangan ada lagi kasus sipadan ligitan ambalat, penjualan pasir-pasir untuk meluaskan negara lain dan menenggelampakn pulau kita.
    Kita ini satu-satunya negara yang bodoh mau menjual pasir ke singapura. Anda baca situs-situs/koran malaysia, mereka marah-marah/menolak mentah-mentah waktu Singapura mau membeli pasir malaysia dan meminta udara johor untuk latihan pesawat militernya. Rakyatnya tidak peduli dengan berapa harga pasir/uang yang akan mereka terima tetapi mereka menganggap permintaan itu keterlaluan dan mengoyak harga diri bangsanya.
    Mari kita camkan. Apa yang sudah kita lakukan.

    Reply
  11. torro

    duOh,,,KedauLataN negaRa diAcaK2 daRi dolo koK PemeRintaH barU berSuara SkRg…TeLat PAKDHE…
    Buat TemeN2 yG taU n NgerTi ttG kaSuS ini aQ minTa tOlonG yaH…Lagi SkriPsi NeeH,,,KaLo Nemu sEsuAtu TeNtanG “RekLamAsi PanTai SinGapurA” ToLong Post Ke torro_copplo@yahoo.com yaaaaaaaaaah!! MoHoN BantuaNnya ^ ^
    ThanKs ….

    Reply
  12. sadi

    Jangan dijual lagi pasirnya!!!!1
    sekarang sudah ada pulau yang tenggelam saat air pasang ,ini berarti wilayah singapura akan bertambah luas ,sedangkan wilayah indonesia semakin sempit karena pulau tersebut terletak di antara indonesia dan singapura.

    Reply
  13. vico

    hai……….

    aqu lagi ngerjain skripsi mengenai “Reklamasi Pantai Singapura dan Pengaruhnya terhadap Wilayah NKRI”.. kalau ada bahan yang coocok mohon bantuannya tuk dikirim ke email aqu yah vico01uh@yahoo.com makasih sebelumnya

    sincerely yours
    ~vico~

    Reply
  14. Riska

    Saya tertarik dengan bahasan ini…ada yg ingin saya tanyakan apakah penghentian ekspor pasir ini hanya karena di sebabkan faktor lingkungan dan perbatasan yg belum jelas antara kedua negara..ato karena dana dari pasir ini hanya doperuntukan utk daerah (Kepri-red) bukan ke Pusat….
    Tolong di jawab y…

    Reply
  15. dhyta baweel

    xapaand ciie indonesia bisaa damaii …???
    cape taau liat indonesia xaiia ginni truus ?!!!!!???

    Reply
  16. rezaaja

    jgn sampe itu jd penghalang buat bikin kesepakatan extradisi terganggu atau batal.krn koruptor2 larinya k st buat ngabisin duit hsl korup

    Reply
  17. tom hawk

    saya dkk, sgt mengharapkan agar ekspor pasir laut yg dlu terhenti, agar cpt segera dilaksanakan lg………. krn,hal ini bs memulihkan perekonomian dn jg kesejahteraan indonesia………

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s