KONI di Tengah Buncah Harapan Publik

KENYATAAN yang harus diwartakan kepada seluruh bangsa ini ialah olahraga Indonesia dalam kondisi amat kritis. Bukti-bukti olahraga berada di titik nadir itu tidak usah disajikan lewat data statistik berpanjang-panjang. Semua orang sudah mafhum, kini Indonesia ialah negara besar yang tak lagi diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara. Padahal, di kawasan itulah olahraga Indonesia pernah berjaya dan disegani.

Sungguh menjadi ironi yang menyakitkan, ketika negara-negara lain berbenah serius, melejit prestasinya, Indonesia justru kian menggali lubang kuburnya sendiri. Padahal, publik tetap tak pernah letih mengharap olahraga Indonesia bangkit. Karena harapan itulah satu-satunya yang kita punya di tengah pesimisme yang kian akut.

Harapan itu pula kita gantungkan kepada Ketua Umum KONI Pusat yang baru, Rita Subowo, yang terpilih dalam Musyawarah Olahraga Nasional X KONI, Jumat (23/2). Harapan itu ialah agar olahraga Indonesia bisa bangkit kembali dan kemudian menjadi energi yang menumbuhkan lagi spirit baru bagi bangsa ini.

Karena itu, Rita dan segenap pengurusnya nanti harus benar-benar memahami secara psikologis kehausan bangsa ini akan prestasi olahraga yang hampir dua dasawarsa meluruh. Dampak dari itu semua ialah kian menambah pesimisme kita. Bangsa ini seperti sudah tidak punya harapan untuk meraih prestasi di bidang apa pun.

Harapan itu punya alasan yang kuat. Sekurang-kurangnya Rita terpilih sebagai orang nomor satu di KONI dalam suasana yang lebih demokratis dari waktu-waktu sebelumnya. Ia juga mengakhiri tradisi ‘pejabat’ sebagai orang nomor satu di organisasi olahraga nasional itu.

Rita bisa dibilang orang karier di dalam organisasi olahraga, tidak saja nasional, tetapi juga internasional. Ia bergiat di organisasi bola voli sejak awal 1990-an yang akhirnya membawa rupa-rupa jabatan puncak. Antara lain Ketua Umum PBVSI, Wakil Presiden Eksekutif Bola Voli Dunia, Sekjen KONI Pusat, dan Wakil Presiden Dewan Olimpiade Asia.

Segudang pengalaman itu mestinya menjadi modal penting bagi Rita menakhodai KONI. Sebab, KONI sudah terlalu lama menjadi organisasi yang asyik dengan dirinya sendiri. Sebaliknya olahraganya, yang mestinya menjadi prioritas penanganan, justru tertinggal di belakang.

Rita harus memilih orang-orang terbaik untuk duduk dalam kepengurusan KONI. Orang yang memiliki komitmen memajukan olahraga. Lupakan orang-orang yang hanya cari jabatan dan cari muka, tapi tak punya dedikasi memajukan olahraga, memajukan bangsa.

Yang juga tak kalah mendesak adalah membuat anatomi yang lengkap atas organisasi termasuk KONI daerah. Daerah satu per satu harus dibenahi. Sebab banyak pengurus yang tidak tahu untuk apa mereka berada di lembaga itu. KONI daerah umumnya juga kumpulan pejabat atau pensiunan pejabat, yang sudah barang pasti sulit untuk memberikan yang terbaik untuk olahraga.

Pendeknya Ketua Umum KONI yang baru harus menyuntikkan spirit bahwa membangun dunia olahraga tak bisa musiman. Tak bisa setengah-setengah. Tak bisa hanya heboh menjelang kompetisi, tapi sepi prestasi. Tak mungkin prestasi olahraga diraih dengan jalan pintas dan bukan dari sebuah proses yang terencana, serius, dan kontinu.

Olahraga adalah sebuah kegiatan fisik yang terukur. Syarat-syarat apa seseorang harus mampu mencapai prestasi ‘x’, misalnya, bisa direncanakan, disiapkan, dan dilatih. Jika target pencapaian itu ternyata meleset, berarti memang ada yang salah.

Kesalahan itulah yang selama ini tetap menjadi kesalahan, bahkan berakumulasi menjadi apatisme. Padahal, dalam upaya mencapai prestasi, kesalahan mestinya harus menjadi guru terbaik. Prestasi olahraga yang terus melorot dalam SEA Games adalah bukti, betapa kesalahan itu dibiarkan dan tidak dijadikan upaya perbaikan.

One thought on “KONI di Tengah Buncah Harapan Publik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s