Grup Telkom siap konsolidasi bisnis nirkabel

Grup Telkom siap konsolidasi bisnis nirkabel

JAKARTA: PT Telkom Tbk berencana melakukan konsolidasi bisnis telepon nirkabel dengan menggabungkan layanan Flexi ke dalam Telkomsel dalam rangka efisiensi organisasi dan penghematan alat produksi.

Wakil Dirut Telkom Wakil Dirut Telkom Garuda Sugardo menuturkan Telkom kemungkinan besar akan memisahkan secara mandiri Divisi Flexi kemudian menggabungkannya ke dalam Telkomsel agar lebih efisien sekaligus membentuk induk perusahaan yang kuat.

“Penggabungan perusahaan itu juga akan diiringi dengan pembaruan alat produksi sesuai dengan perkembangan teknologi terkini agar bisa melayani masyarakat dengan baik dan bersaing dengan operator dari dalam dan luar negeri,” tandasnya.

Dengan adanya penggabungan tersebut, kata Garuda, maka akan timbul penghematan alat produksi seperti pemakaian menara telekomunikasi, akses jaringan serat optik, dan sumber daya manusia.

Di segmen saluran tetap nirkabel, operator dominan itu memproyeksikan pelanggan Flexi tumbuh sekitar 47% menjadi lebih dari enam juta sambungan pada akhir tahun ini, sementara di segmen telepon tetap kabel Telkom hanya mencanangkan pertumbuhan 3% tahun ini.

Telkomsel merupakan anak usaha Telkom yang bergerak dalam penyedaan jasa seluler berbasis GSM. Perusahaan itu kini memimpin pasar seluler Indonesia dengan pelanggan sekitar 35 juta nomor atau lebih dari 50% pangsa pasar seluler domestik.

Telkomsel juga merupakan salah satu pemegang lisensi seluler generasi ketiga berbasis teknologi Wideband CDMA dan mengklaim memilki lebih dari 1,5 juta pelanggan 3G.

Mantan Dirut Telkom Setyanto P. Santosa berpendapat Telkom perlu segera memisahkan Speedy dan Flexi menjadi suatu anak perusahaan tersendiri menuju sebuah bentuk holding company guna menghadapi persaingan di sektor telekomunikasi yang makin tajam.

Dia menuturkan reorganisasi di tubuh Telkom mutlak diperlukan mengingat saat ini fungsi-fungsi organisasi di tubuh Telkom kurang berjalan optimal karena minimnya pembaruan alat produksi.

“Saya kira dengan dipisahkannya Speedy dan Flexi maka Telkom bisa fokus pada setiap produk dan mampu membangun holding company yang kuat dan efisien,” ujar komisaris Indosat tersebut kepada Bisnis, akhir pekan.

Serat optik

Menurut Setyanto, Telkom juga perlu membangun serat optik lebih banyak lagi terutama di era multimedia dan konvergensi telekomunikasi seperti saat ini.

Di tempat terpisah, anggota Komisi I DPR Ali Mochtar Ngabalin mengungkapkan selain membangun infrastruktur secara lebih baik, Telkom juga perlu membenahi manajemen termasuk kepemimpinannya bila ingin bergerak maju seperti operator dari negara lain.

“Telekomunikasi merupakan sektor yang sangat strategis sehingga perlu dikelola oleh manajemen yang kompeten di bidangnya,” ujarnya kemarin.

Menjelang rapat umum pemegang saham luar biasa Telkom yang rencananya akan digelar 26 Februari mendatang, Komisaris Utama Telkom Tanri Abeng menyebutkan salah satu agendanya adalah pergantian jajaran direksi. (arif.pitoyo@bisnis.co.id)

Oleh Arif Pitoyo
Bisnis Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s