Air Juga Mahluk Hidup

Jakarta, Berbagai penelitian ilmiah mutakhir menunjukkan temuan-temuan baru bahwa semua benda yang selama ini kita anggap “bisu dan mati” ternyata memiliki “jiwa” dan bereaksi terhadap sikap manusia. Termasuk di dalamnya adalah air. Aa’ Gym mengatakan bahwa air itu hakikatnya lembut namun kekuatan yang dikandungnya luar biasa.

Air yang tampak tenang di sungai Musi atau Barito mampu menghanyutkan apa saja bahkan mampu menenggelamkan kapal yang berlayar di atasnya. Kapal feri Senopati juga ditenggelamkan oleh air laut. Bahkan, Air laut bisa berubah menjadi tsunami dahsyat yang mampu meluluhlantakkan sebuah wilayah.

Jakartapun dibuat lumpuh dengan datangnya air yang berlimpah (banjir) pada 02 Februari 2007. Kerugian yang diderita sungguh sangat besar. Menurut ketua Bapenas Paskah Suzeta, kerugian akibat banjir di Jakarta ditaksir lebih dari Rp 4 trilyun.

Untuk lebih memahami perilaku air, kita perlu mendalami penelitian yang dilakukan oleh Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama Jepang. Pada tahap awal, Masaru Emoto meneliti Air murni dari mata air di Pulau Honshu. Air itu kemudian didoakan menurut agama Shinto, lalu didinginkan sampai minus lima derajat celcius di laboratorium. Setelah membeku air itu kemudian difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah.

Percobaan diulangi dengan membacakan kata, “Arigato” (terima kasih) di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Tidak hanya dengan ucapan, penelitian itu dilanjutkan dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang “Arigato”. Kristal membentuk dengan keindahan yang sama.

Selanjutnya ditunjukkan kata “setan”, kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.

Ternyata air bisa “mendengar” kata-kata, bisa “membaca” tulisan, dan bisa “mengerti” pesan. Menurut Dr. Masaru Emoto. air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk. Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain.

Dr. Masaru Emoto menegaskan bahwa air itu hidup. Air, layaknya manusia, juga bisa mendengar, melihat, merasakan, dan merespons setiap informasi yang kita berikan kepadanya. Peneliti dari Jepang ini telah membuktikan bahwa air yang diberi respons positif, termasuk doa, akan menghasilkan bentuk kristal yang indah. Jika respons yang diberikan negatif, air tidak akan dapat membentuk kristal.

Menurut saya, banjir yang melanda Jakarta bukan semata-mata fenomena alam. Tapi itu adalah respon dari air yang mendengar, melihat dan merasakan perilaku para politisi, pengusaha, spekulan, pejabat yang hidup di Jakarta dan sekitarnya. Tanah-tanah terbuka telah disulap menjadi hutan beton. Kawasan rawa-rawa di Jakarta Utara telah dijadikan pemukiman elit Sunter dan Kelapa Gading. Demi permukiman mewah kawasan Kapuk di Jakarta Barat dirusak dan dihancurkan.

Pelajaran lain yang dapat kita petik, Air akan merespon apa yang kita katakan dan lakukan. Oleh karena itu, hati-hatilah terhadap apa yang anda katakan dan anda lakukan. Sebab, lebih dari 70% tubuh kita terdiri dari air. Berkata dan bertidaklah positif dan hindari berkata dan bertindak negatif agar air dalam tubuh anda selalu mendorong anda untuk mencapai kebahagian dan kedamaian hidup

Keterangan Penulis:
Jamil Azzaini adalah Senior Trainer dan penulis buku Best Seller KUBIK LEADERSHIP; Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.

Baca juga:

3 thoughts on “Air Juga Mahluk Hidup

  1. rania

    Air sebagai bagian terpenting dari kelangsungan hidup memang harus diperlakukan secara baik. Kita sebaiknya berperilaku baik terhadap air.
    Namun, hal serupa tidak hanya terjadi pada air. Semua benda di sekeliling kita memiliki sifat serupa. kita sebaiknya memperlakukan semua dengan baik, terutama terkait dengan makanan dan minuman yang menjadi kunci keberlangsungan hidup kita.
    Banyak makanan/minuman yang sekarang diproduksi secara masal. pembuatannya tidak melibatkan rasa sayang dan cinta. yang ada hanya target produksi dan penjualan.
    Saya yakin ada kandungan berbeda di dalam beras yang diproduksi petani untuk dikonsumsi sendiri dengan ayam potong misalnya, yang sudah diproduksi untuk kepentingan pasar.
    Semua proses dalam contoh pertama, termasuk cara memasak dan mengonsumsinya, membuat makanan itu bermanfaat sepenuhnya bagi sang petani. Dalam kasus ayam potong, selain proses produksinya mengabaikan hukum alam — anak ayam dipaksa tumbuh cepat dengan berbagai makanan dan obat — rasa sayang dan perhatian tulus tidak lagi ikut menentukan proses itu.

    Reply
  2. feryindrawan Post author

    Ide tentang “seluruh yg ada di alam semesta adalah hidup” memang sangat menarik untuk dicermati. Meskipun secara ilmiah rasanya saya blm pernah teryakinkan (mungkin masih kurang bacaan), namun seperti ada sesuatu deep inside yg mendorong untuk meyakini hal tersebut. Jadi ingat buku/film celestine prophecy yg bercerita ttg hal ini.

    Thanks atas commentnya. Salam.

    Reply
  3. Putricia.Synthesa

    tolong tampilkan gambar yang lain tentang kristal air karena saya ada tugas dari sekolah tentang hal tersebut TERIMA KASIH

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s