‘Masyarakat mulai inginkan Internet kecepatan tinggi’

BANDUNG: Sebuah survei mengungkapkan layanan utama yang ingin diakses masyarakat melalui teknologi WiMax adalah Internet kecepatan tinggi, telepon Internet, Internet residensial, dan televisi Internet.
Dimitri Mahayana, Chairperson Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, menjelaskan kebutuhan layanan itu muncul karena terus tumbuhnya permintaan masyarakat atas layanan jaringan pita lebar (broadband).

Dia menjelaskan hasil survei atas 100 responden di Jakarta dan Bandung pada Januari 2007 menunjukkan bahwa 24% responden mengaku sangat membutuhkan dan 62% membutuhkan layanan pita lebar.

Dari jumlah tersebut, kata dia, sebanyak 83% di antaranya tertarik berlangganan teknologi pita lebar via WiMax karena ingin mengakses layanan Internet kecepatan tinggi, telepon Internet, Internet residensial, dan televisi Internet.

“Sekitar 98% responden menjawab secara terbuka akan berlangganan Internet kecepatan tinggi, dan antara 41%-22% menginginkan layanan telepon Internet, Internet residensial dan televisi Internet. Minoritas responden lainnya memilih backhaul nirkabel dan TV kabel,” katanya kepada Bisnis di Bandung, kemarin.

Dimitri mengungkapkan masyarakat memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap WiMax karena kebutuhan pekerjaan serta kompetisi profesi aktual menuntut mereka tersambung ke Internet kecepatan tinggi.

Apalagi, lanjut dia, teknologi pita lebar yang lebih dulu hadir seperti DSL (digital subscriber line), Wi-Fi, dan 3G dinilai masih standar dan belum mampu menjawab tuntutan tersebut.

Teknologi WiMax (worldwide interoperability for microwave access) pertama kali muncul pada Juni 2001 dan saat ini telah diuji coba oleh sekitar 28 operator dan penyelenggara jasa Internet dunia.

WiMax merupakan pengembangan teknologi Wi-FI (wireless fidelity) dengan kecepatan akses hingga 75 Mbps atau jauh lebih cepat dibandingkan kecepatan akses teknologi pita lebar lainnya seperti 3G yang mencapai 2 Mbps.

Meski menginginkan akses Wimax, kata Dimitri, masyarakat sangat mempertimbangkan tarif berlanggan. Sebab mayoritas alokasi anggaran berlangganan telekomunikasi berkisar Rp200.000-Rp300.000 per bulan.

“Biaya itu setara dengan tarif Rp10-Rp25 per kilo bit. Soal tarif ini sangat penting karena sebagian besar responden mengaku akan berlangganan apabila kualitasnya sudah terbukti,” ujar Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB itu.

Selain tarif murah, ujar dia, masyarakat akan mengakses apabila harga perangkat teknologi itu sudah berada dalam rentang Rp1 juta sampai Rp3 juta per unit dengan perangkat yang disukai adalah berlayar lebar seperti komputer jinjing dan PDA.

Sharing Vision memperkirakan implementasi WiMax di Indonesia yang dimulai tahun depan akan mengalami dahulu periode sulit selama lima tahun hingga 2013, untuk selanjutnya menuai masa sukses. (k17)

Bisnis Indonesia

One thought on “‘Masyarakat mulai inginkan Internet kecepatan tinggi’

  1. Oki Prasetyo

    ayo maju indonesia!!!
    insya Allah mimpi itu sebentar lagi akan menjadi kenyataan dilihat dari ahli2 indonesia dan mahasiswa nya yang tertarik untuk mendalami dan mengimplementasikannya. soalnya bahan baku atau peralatannya sudah ada.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s