Ketika Si Kecil Berperilaku Buruk

Namanya saja anak-anak, pasti ada saat-saat di mana mereka berkelakuan buruk. Tidak displin, ngambek, memukul, marah, dan sebagainya. Dalam menghadapinya, yang penting, bagaimana orangtua harus menyikapimya agar perilaku tak terpuji anak tak menjadi kebiasaan buruk di masa depan.

ANAK BALITA:
Usia 6 – 18 bulan:
Ketika sedang bermain, tiba-tiba si kecil menggigit tangan Anda. Apa yang harus dilakukan?

Jangan Lakukan:
Jangan menggigitnya kembali. Banyak orang tua merasa, cara ini dapat memberi pelajaran bagi anak untuk tidak menggigit lagi di lain waktu. Maksudnya, biar anak kapok. Masalahnya, bayi yang masih kecil tidak mengerti, gigitan mereka menimbulkan rasa sakit atau sebaliknya. Hasilnya Anda berdua merasa sakit dan menderita.

Sebaiknya:
1. Dorong bayi dengan hati-hati dan katakan, “Sayang, jangan gigit, ya. Kalau kamu menggigit Mama, Mama kesakitan.”
2. Perlihatkan perilaku alternatif seperti memeluk.
3. Berikan sesuatu yang lembut untuk digigit bila bayi sedang dalam tahapan tumbuh gigi.

Usia 2 – 3 tahun:
Menendang dan berteriak, lalu si kecil yang sedang marah melemparkan mainan ke lantai toko karena Anda tidak mau membelikan mainan yang diinginkannya.

Jangan Lakukan:
1. Jangan coba-coba memberi alasan atau penjelasan panjang lebar pada anak. Anak-anak yang sedang rewel tidak akan mendengarkan apa yang Anda katakan.
2. Jangan kehilangan kendali, karena hal ini akan membuat anak takut dan memberikan contoh yang tidak bagus.
3. Jangan menuruti kemauan anak karena justru membiasakan anak untuk
bersikap rewel setiap kali keinginannya tidak diikuti.
4. Jangan menyuap anak dengan permen atau yang lainnya karena hal ini akan membuat dia terbiasa mengharapkan sogokan bila keinginannya tidak
dikabulkan.

Sebaiknya:
1. Tetap tenang dan jangan khawatir dengan tanggapan/pandangan orang lain.
2. Jangan berikan tanggapan. Beri perhatian sesedikit mungkin terhadap kerewelan anak, bila mungkin.
3. Gendong si kecil bila perlu, untuk mencegah terjadinya kecelakaan kecil ataupun kerusakan pada barang yang dijual.
4. Tinggalkan toko bila anak tetap rewel.
5. Bila anak sudah tenang, jelaskan padanya bahwa Anda berdua akan keluar dari toko dan pulang bila dia tetap rewel.
6. Beri hadiah bila anak berperilaku baik misalnya dengan menghabiskan waktu berdua secara istimewa. Makan es krim bersama, misalnya.

Usia 3 – 4 tahun:
Anak mendorong atau mencubit teman sepermainannya atau menggunakan bahasa yang tidak baik. Apa yang Anda lakukan?

Jangan Lakukan:
1. Jangan memukul atau menanmpar. Tindakan ini mengajarkan pada mereka, menampar sah-sah saja bila sudah lebih besar.
2. Jangan memberikan kritikan atau kehilangan kendali. Hal ini dapat mengurangi rasa percaya diri anak dan memberikan contoh yang tidak baik.
3. Jangan menjauhkan anak dari teman-teman sepermainannya.

Sebaiknya:
1. Dengar alasan yang diberikan oleh anak tentang mengapa dia marah dan beri dukungan padanya bahwa dia berhak merasa marah dan mengekspresikan kemarahannya secara tepat.

2. Ajarkan pada anak kata-kata yang baik dan tepat untuk mengungkapkan perasaan-perasaannya.

3. Berikan sanksi padanya. Tidak perlu yang berat, misalnya minta si kecil untuk duduk diam dan manis selama beberapa menit.

Anak-anak usia ini mulai belajar tentang peraturan dan batasan-batasan meski mereka tetap membuat kesalahan. Anak selalu perlu diingatkan dan diberikan konsekuensi langsung yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan membantunya belajar tanpa merasa dipermalukan atau dikonfrontasi dari orangtuanya.

UMUR 5 TAHUN KE ATAS
Usia 5- 7 tahun:
Anda meminta anak membereskan mainannya. Dia menolak. Sesudah berulang kali memintanya, dia tetap tidak melakukannya. Apa yang harus dilakukan?

Jangan Lakukan:
1. Jangan mengomel. Anak tidak peduli dan Anda akan menjadi lebih frustrasi.
2. Jangan mencap anak dengan sebutan ’malas’ atau ’jelek’ karena hal ini akan membentuk rasa percaya diri yang rendah.
3. Jangan membereskan mainan karena kesal karena anak tak juga melakukannya karena hal ini tidak mendidik.
4. Jangan memberikan reaksi yang berlebihan dan jangan memberikan ancaman yang keras tetapi kemudian Anda luluh.

Sebaiknya:
1. Beri penjelasan dengan tenang dan jelas apa yang harus dilakukannya, misalnya, “Kumpulkan lebih dahulu semua mainan dan kalau sudah terkumpul, masukkan di dalam kotak ini.”
2. Tentukan waktu dan beri konsekuensinya bila dia tidak melakukannya.
Contohnya, “Ibu minta kamu bereskan mainanmu dan harus sudah rapi sebelum makan siang. Kalau tidak, kita tidak lagi bisa menerima teman-teman kamu bermain di sini.”
3. Pastikan konsekuensinya cukup adil dan bahwa anak peduli dengan konsekuensi yang Anda berikan.
4. Sesudah satu peringatan tanpa ancaman, ikuti dengan konsekuensi bila anak tidak menyelesaikannya sesuai dengan yang Anda minta.

Usia 8 – 10 tahun:
Sudah waktunya tidur malam dan ternyata anak belum selesai mengerjakan pekerjaan rumahnya. Ia justru sedang asyik membaca komik. Bagaimana reaksi Anda?

Jangan Lakukan:
1. Jangan memarahi dan mengancam anak sebelum mengerti permasalahannya.
2. Jangan mengambil alih tugasnya dengan mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Sebaiknya:
1. Coba untuk mengerti mengapa anak belum menyelesaikan tugasnya. Tunjukkan simpati Anda bila pekerjaan rumahnya memang sulit dan membuatnya frustrasi.

2. Bantu anak menyusun jadwal kapan harus membuat pekerjaan rumah yang diimbangi dengan istirahat.

3. Biarkan anak mengalami sendiri konsekuensinya akibat tidak mengerjakan pekerjaan rumah.

4. Tunjukkan perasaan senang Anda pada saat melihat dia berusaha keras untuk menyelesaikan tugasnya, tidak hanya pada saat dia mendapatkan nilai yang bagus.

Anak-anak pada usia ini menghadapi peningkatan tekanan dalam bersikap maupun dalam melakukan sesuatu, baik di sekolah maupun di depan teman-teman sepermainannya.

Mereka sangat khawatir akan penampilan mereka di hadapan orang lain. Pada saat yang sama, tanggung jawab mereka bertambah sementara orang tua tetap terus memberikan panduan dan batasan-batasan.

Langkah berikut mungkin bisa membantu; tanyakan pada guru anak, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan PR setiap malam. Cari tahu masalah yang dihadapi oleh anak, bila perlu, datangkan guru les.

Sumber: Nova

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s