Bakrie Telecom terapkan tarif murah SLI

JAKARTA: PT Bakrie Telecom menurunkan tarif telepon panggilan internasional sebesar 47% yang diklaim sebagai tarif termurah menyusul langkah operator itu menggarap konsep talktime.
Erik Meijer, Deputy Chief Executive Officer PT Bakrie Telecom Tbk, mengatakan kebijakan tarif itu upaya konsisten pihaknya sebagai operator yang menyediakan layanan telekomunikasi terjangkau.

Dengan tarif yang semakin terjangkau, posisi Bakrie Telecom sebagai operator telepon yang menekankan konsep value for money bagi pelanggannya akan semakin kuat, ujarnya melalui siaran pers.

Terhitung sejak Februari 2007, Bakrie Telecom menurunkan tarif telepon panggilan internasional sebesar 47% atau turun dari Rp1.500 per menit menjadi Rp799 per menit.

Tarif itu diklaim sebagai tarif panggilan internasional termurah yang ada di Indonesia dan berlaku untuk 11 negara yang paling sering dihubungi, termasuk di dalamnya China, AS, Kanada, Hong Kong, Singapura dan Malaysia.

Selain tarif murah ke 11 negara itu, tarif panggilan internasional ke 59 negara lainnya juga diklaim jauh lebih murah dibandingkan tarif panggilan internasional operator lain, yaitu hanya Rp1.500 per menit.

Menurut Erik, tarif termurah itu berlaku tanpa membedakan apakah nomor telepon internasional yang dituju merupakan nomor tetap atau seluler.

Biasanya, jelas dia, operator menerapkan tarif yang berbeda antara fixed dan mobile di mana tarif ke nomor mobile di luar negeri lebih mahal dibandingkan tarif ke PSTN. Dalam program ni pembedaan itu tidak berlaku.

Tarif hemat percakapan telepon internasional itu akan dibatasi hingga 30 April 2007 dengan tujuan semakin meningkatkan loyalitas pelanggan Bakrie Telecom, baik pelanggan Esia maupun Wifone sekaligus untuk merayakan satu tahun terdaftarnya Bakrie Telecom di pasar modal.

Menurut Erik, jaringan hubungan pelanggan Bakrie Telecom telah meluas hingga menjangkau berbagai belahan dunia terlihat dari trafik percakapan telepon internasional yang juga semakin meningkat. “Profil pelanggan kami sudah berubah,” tandasnya.

Jika sebelumnya hubungan yang terjalin sangat didominasi oleh percakapan domestik, maka kini terjadi pergeseran di mana percakapan internasional juga semakin meningkat.

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s