Garuda Paling Banyak Alami Kecelakaan

TEMPO Interaktif, Jakarta:Selama periode 2002 hingga 11 Januari 2007, terjadi 143 kali kecelakaan di Indonesia. Dari total kecelakaan pada periode tersebut, pesawat Garuda Indonesia mengalami kecelakaan sebanyak 14 kali, yakni empat kali accident dan sisanya insiden (incident).

Kecelakaan disebut accident jika menimbulkan kerusakan struktural yang fatal sehingga tidak dapat diperbaiki, menimbulkan korban meninggal, hilang, atau, jika penumpang terluka, harus dirawat sampai 48 jam. Sedangkan kecelakaan disebut insiden jika hanya menunjukkan operasi yang tidak normal, antara lain pengalihan pendaratan karena ada penumpang yang sakit.

Berdasarkan data Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), urutan berikutnya ditempati Mandala Airlines dan Merpati Nusantara Airlines (masing-masing 11 kali), Trigana Air Service dan Lion Air (masing-masing 9 kali), serta Pelita Air Service dan Dirgantara Air Service (masing-masing 8 kali).

Kepala Subbagian Pelayanan Investigasi dan Penelitian Komisi Nasional Keselamatan Transportasi M. Haryoko menjelaskan kecelakaan yang terjadi itu sebagian besar karena faktor manusia (human factor).

“Walaupun ada yang karena kesalahan teknis, ujung-ujungnya kembali ke faktor manusia juga,” kata Haryoko kepada Tempo.

Garuda Indonesia tercatat paling sering mengalami kecelakaan pesawat karena, menurut Haryoko, maskapai itu memiliki jadwal dan rute penerbangan terbanyak di Indonesia. “Jadi peluangnya (mengalami kecelakaan) lebih besar,” ujarnya.

Ketika dimintai konfirmasi kembali kemarin, Haryoko menjelaskan, sebagian besar kecelakaan pesawat yang tercatat selama lima tahun terakhir itu juga banyak berupa kejadian pesawat keluar dari landasan pacu (runway). “Kebanyakan pada waktu mendarat,” katanya.

Menurut dia, dari total kecelakaan selama periode ini, sebagian besar masuk kategori insiden serius (serious incident) atau sudah mendekati kecelakaan (accident).

Direktur Operasi Garuda Indonesia Ari Sapari mengakui, selama lima tahun terakhir, sejumlah pesawat yang dioperasikan Garuda mengalami kejadian di luar operasi normal (insiden).

Jika disebutkan bahwa Garuda paling banyak mengalami kecelakaan, menurut dia, itu dimungkinkan karena Garuda memiliki jadwal penerbangan terbanyak di antara maskapai lain.

Namun, dia meminta diperjelas dulu soal batasan accident dan incident tersebut. “Jangan didramatisasi, nanti menimbulkan persepsi yang keliru,” ujarnya.

Dia mencontohkan, Garuda pernah mengalihkan pendaratan karena ada penumpang yang sakit. “Itu dikategorikan insiden dan tetap kami laporkan,” kata Ari. Sedangkan yang masuk accident misalnya kejadian kaca pesawat retak sehingga dilakukan pengalihan pendaratan.

Sekretaris Perusahaan Maskapai Penerbangan Merpati Nusantara Airlines Agus Soedjono membantah data KNKT tersebut. “Dari 2002 sampai sekarang kami zero accident, kok,” ujarnya. “Yang tercatat itu mungkin insiden saja, seperti tergelincir. Jadi ini soal batasan saja.”

Harun Mahbub

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s