The Police juga mau reuni….

Salah satu trio paling legendaris, The Police, memastikan akan kembali menggoyang penggemarnya. Ini tentu kabar heboh, mengingat lebih dari dua dekade sejak vokalis sekaligus pemain bas Sting, pemain drum Stewart Copeland dan gitaris Andy Summers secara tiba-tiba memilih bercerai di puncak karier dan popularitas.Sayangnya seperti dikutip dari BBC.com mengutip Harp Magazine dan Billboard.com dalam siaran pers di Inggris, seluruh personel The Police belum memberikan keterangan secara rinci sampai hasil final.

Meski demikian, tersiar kabar sambutan positif dari kedua rekan Sting, Stewart Copeland dan Andy Summers. Musim panas lalu, Summers bahkan sempat mengutarakan keinginannya pada Billboard secara antusias.

Meski belum jelas kapan tanggal mainnya, para pengamat di Inggris dan AS sudah memprediksi ketiganya bakal ngumpul bareng sekitar Mei dan Juni. Alasannya tahun ini pihak A&M Record bakal mengadakan syukuran 30 tahun kesuksesan single Roxanne.

Pihak A&M Records sendiri sudah menyatakan niat untuk turut menyemarakkan peringatan tersebut dengan mengeluarkan ‘sesuatu yang spesial’ yang berhubungan dengan semua katalog musik band beraliran pop-rock-reggae-new wave itu.

Kabar boleh saja samar-samar tapi bisa dipastikan reuni The Police ini jelas menyedot perhatian publik musik seperti halnya saat ketiganya tampil bareng dalam konser di Rock and Roll Hall of Fame pada Maret 2003.

The Police adalah gelombang British Invasion 1970-an akhir ke Amerika Serikat di tengah meledaknya era punk saat itu. Nama The Police sendiri langsung melawan kecenderungan antisosok polisi yang dikumandangkan band-band punk macam Sex Pistols.

Band itu mulai dibentuk Stewart Copeland, pemain drum kelahiran AS, yang sudah bosan dengan band Curved Air yang beraliran prog rock-nya pada Januari 1977 di London.

Untuk band barunya itu, Copeland menarik pemain bas Gordon Matthew Thomas Sumner alias Sting dan gitaris Henry Padovani yang belakangan keluar dan digantikan Andy Summers.

Ketiganya berkumpul dan mulai merekam single pertama The Police, Fall Out/ Nothing Achieving yang membuat mereka terlibat tur sebagai band pendukung Cherry Vanilla dan band Wayne County & the Electric Chairs.

Gaya bermusik yang unik membuat Mike Howlett, mantan pemain drum band prog rock, Gong, mengundang Sting dan gitaris Andy Summers untuk membuat band Strontium 90 yang merupakan reuni Gong di bulan Mei.

Tapi karena pemain drum Gong, Chris Cutler, enggan bergabung akhirnya Sting meminta agar Stewart Copeland gabung. Akhirnya Strontium 90 rekaman di Virtual Earth Studios dan tampil di Paris.

Bersama album itu juga termuat track tembang Every Little Thing She Does Is Magic yang kemudian dirilis 1997 di bawah nama Police Academy.

Padovani dipecat

Dua bulan kemudian, Copeland, Sting, Padovani, dan Summers mulai tampil sebagai The Police. Sayang kemampuan Padovani tak setara dengan ketiga personel lain dan tragisnya dicoret produser John Cale pada Agustus1977.

Publik London mengenal The Police bersama The Clash sebagai band Inggris yang pertama kali menyerap pengaruh reggae.

Album pertama The Police, Outlandos d’Amour dikerjakan dengan dana minim tanpa manajer. Untuk itu mereka dibantu kakak Copeland, Miles Copeland III, yang ngotot memaksa A&M Records untuk mau merekam tembang Roxanne.

Lagu yang terinspirasi sosok pelacur jalanan yang dirilis 1979 itu secara mengejutkan meledak di Britania Raya, Australia hingga ke Amerika. Jalan pun terbuka lebar, ketiganya ditantang tur ke AS.

Di tengah popularitas itu, ketiganya merilis album Reggatta de Blanc pada Oktober 1979 yang juga meledak berkat tembang Message In A Bottle dan Walking On The Moon. Untuk album ini mereka meraih Grammy untuk Band Rock Terbaik.

Maret 1980, The Police melakukan tur dunia. Mereka menjadi band pertama yang tampil di tempat-tempat unik macam India dan Mesir. Sepulang dari tur, diluncurkan album Six Pack yang menampilkan tembang Fall Out dan The Bed’s Too Big Without You.

Hanya berselang bulan, diluncurkan album ketiga mereka Zenyatta Mondatta yang berisi hit Don’t Stand So Close to Me dan De Do Do Do, De Da Da Da yang memuncaki seluruh tangga lagu dunia.

Tembang Behind My Camel yang ditulis Andy Summers meraih Grammy for Best Rock Instrumental Performance, Don’t Stand So Close To Me menang Grammy for Best Rock Vocal Performance For Duo Or Group.

Meski sukses, tekanan perusahaan rekaman dan publisitas yang tiba-tiba mulai membuat ketiganya frustasi. Sting bahkan mengaku tak puas dengan album mereka. Ego pun mulai menyeruak dan gesekan antarpersonel pun mulai terjadi.

Meski demikian ketiganya masih bisa bekerja sama untuk album ke-4, Ghost In The Machine (1981) yang mencuatkan lagu-lagu Every Little Thing She Does Is Magic, Invisible Sun dan Spirits In The Material World.

Hingga puncaknya album ke-5, Synchronicity (1983) yang menjadi album tersukses dengan hit a.l Every Breath You Take, Wrapped Around Your Finger, King of Pain yang meraup berbagai nominasi dan penghargaan.

Meski tak pernah mengenal istilah bubar, namun sejak Maret 1984 ketiganya mulai jarang kumpul meski masih terus konser bareng hingga Juni 1986. Dan kemudian The Police bubar begitu saja tanpa sebuah alasan pun.

Ketiganya masih bungkam sehingga jika kini reuni betul-betul terjadi, tidak sekadar manggung bareng seperti pada 2003 tentu sebuah momen yang pantas ditunggu semua pihak. (algooth.putranto@ bisnis.co.id)

Oleh Algooth Putranto
Wartawan Bisnis Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s