Java Jazz gelar konser perkusi anak

JAKARTA: PT Java Festival Production (JFP), penyelenggara Jakarta International Java Jazz Festival, bakal menggelar pentas perkusi anak-anak bertajuk Children Are The Future. Menurut Peter Gontha, bos Java Jazz, pentas kolaborasi dari anak-anak berumur 5-18 tahun itu akan dibimbing oleh musisi kenamaan asal Jepang Sadao Watanabe dibantu Dwiki Dharmawan pada sektor perkusi dan Elfa Secioria pada paduan suara. “Mereka akan pentas dua kali. Pertama dalam gala show 1 Maret, lalu pada acara lepasan dua hari kemudian atau hanya beberapa jam sebelum Java Jazz Festival hari kedua dimulai,” tutur Peter kepada pers, kemarin.

Melalui acara ini, lanjut Peter, panitia ingin menunjukkan bahwa anak-anak adalah masa depan bangsa dan melalui musik kita bisa dapat hidup bersama secara damai di dunia karena anak adalah kunci dari perdamaian di masa sekarang dan akan datang.

Lewat pergelaran itu, Indonesia juga memiliki kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia kepedulian terhadap masa depan anak dan perdamaian adalah untuk kepentingan anak-anak di dunia.

Pentas yang didukung penuh oleh badan anak-anak PBB, Unicef dan Sampoerna Foundation ini akan direkam untuk kemudian disiarkan dan didistribusikan ke seluruh dunia.

Konser yang akan digelar di Plenary Hall Jakarta Convention Center ini secara tak langsung merupakan kembaran dari konser bertajuk Share The World yang digelar di EXPO 2005 Aichi, Jepang.

Menurut rencana, konser Children Are The Future akan melibatkan sedikitnya 165 anak Indonesia terdiri dari 90 penyanyi dan 75 anak sebagai pemusik.

Selain mereka akan turut serta tak kurang 20 anak dan guru asal Jepang. Sisanya anak-anak yang berasal dari perwakilan negara asing di Jakarta.

“Direncanakan anak-anak yang terlibat akan berasal dari seluruh Indonesia. Beberapa diwakili dari anak-anak yang ada di sekolah-sekolah internasional di Jakarta, namun anak-anak dari Bali, Sumatra, Jabar akan langsung datang ke Jakarta,” tutur Dwiki yang bertugas membimbing anak-anak tersebut.

Konser sosial

Sejak dua tahun terakhir, penyelenggaraan Java Jazz selalu menggelar penampilan yang bersifat sosial. Tahun 2005, Java Jazz menggelar konser amal untuk korban tsunami di Aceh dan Nias.

Tahun lalu, Java Jazz menggelar Malam Maluku di mana semua penyanyi dan lagu yang dibawakan dipersembahkan untuk Maluku dan anak-anak yang menjalani operasi.

Musisi jazz terkenal Jepang Sadao Watanabe yang juga menjadi penampil di Java Jazz mengaku siap memberikan kejutan bagi penikmat jazz Tanah Air melalui pentas perkusi anak-anak itu.

“Anak-anak itu punya potensi. Mereka tak perlu pandai memainkan musik yang penting perasaan mereka pada nada. Akan menyenangkan bermain bersama mereka,” tutur Watanabe dengan bahasa Inggris patah-patah.

Watanabe adalah pemusik jazz alat musik tiup a.l alto saxophone, sopranino saxophone, dan flute. Pria kelahiran kota Utsunomiya ini jebolan Berklee College of Music, Boston.

Antara 1978 hingga 1982, nama Watanabe melejit di kalangan penggemar musik jazz berkat tembang California Shower dan Nabesada yang membantu konser jazz Budokan Recital di Jepang menjadi ajang jazz bergengsi.

Nama besar Watanabe lalu besar di AS hingga 1996, album-album Watanabe selalu merajai tangga lagu di majalah-majalah musik bergengsi di AS.

Sejak 2001, musisi top Jepang yang juga jago memotret ini lalu bertindak sebagai Executive Producer bagi Proyek Eksibisi Pemerintah Jepang yang disebut World Peace yang di dalamnya menggunakan media musik.

Selama proyek EXPO, Maret tahun lalu yang berisi konser anak-anak bertajuk Share The World. Watanabe lalu memprakarsai acara Japan Day and Japan Week dan Sadao Watanabe Earth Sound pada Juni-Agustus yang berisi kolaborasi musisi dari beragam budaya.

Sebagai apresiasi pengabdian Watanabe kepada musik dan menjulangkan nama Jepang di dunia internasional, Pemerintah Jepang menganugerahkan penghargaan The Order of Rising Sun.

Dalam penyerahan penghargaan itu digelar sebuah pentas donasi Care International Japan, November lalu. (algooth.putranto@bisnis.co.id)

Oleh Algooth Putranto
Bisnis Indonesia

5 thoughts on “Java Jazz gelar konser perkusi anak

  1. meygan ginanjar

    setuju… anak2 zaman sekarang harus lebih kreatif apalagi di bidang musik. dan musik jazz sekarang kan lagi naik lagi.. image musik jazz udah bukan untuk orang tua lagi.. jadi saya setuju banget..
    by the way kapan tiket javajazz 2007 sudah bisa di dapat? berapa harga tiket nya..
    kalau punya info lebih kasih tau lagi yaaa.. makasih…

    Reply
  2. devil3h

    Arrrgggghhhhhh……… kenapa harga tiket nnt jamie cullum mahal sii??!! padahal kan gw pengen bgt nnt!! bli pake kartu pelajar dapet diskon gak ya??!!! masa cuma nnt festivalnya aja… special show-nya gak nnt gt??!! mau nnt JAMIE!!!!!

    Reply
  3. Strawberry Hannah

    Setuju banget!Bener banget…Image jazz bukan untuk orangtua aja,tapi skrg banyak anak” muda yg suka jazz…:)
    Tapi,kok harga tiketnya mahal banget???:(
    Kan itu merupakan kendala bagi kita untuk menikmati musik jazz secara langsung ^_^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s