SBY : Program Pengembangan BBN Bukan Mimpi

Selasa, 9 Januari 2007, 13:00:09 WIB

“Saya tidaklah bermimpi dengan program bahan bakar nabati ini. Saya bersikap realistis dengan memperhitungkan segala kemampuan dan potensi yang kita miliki. Saya juga memikirkan aspek-aspek lain yang dapat ikut berkembang dengan proyek besar ini. Wilayah kita sangatlah luas sebahagian besar lahan yang kita miliki belum kita manfaatkan untuk pertanian dan perkebunan secara efesien dan efektif, kini banyak lahan dan hutan yang gundul karena kayu jati di curi dan ditebang secara liar di waktu yang lalu,” kata Presiden SBY.

Banyak hutan yang gundul akibat pencurian kayu. Padahal untuk menhijaukan kembali pemerintah telah mengeluarkan anggaran yang begitu besar. ”Untuk menhijaukan kembali, pemerintah telah mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit. Disamping itu kita memiliki jutaan hektar lahan kritis didaerah-daerah yang curah hujannya sedikit. Rakyat di pedesaan, rakyat yang tinggal di daerah lahan kritis pada umumnya hidup dalam kemiskinan dan penggangguran yang tidak kentara. Itulah kondisi riil kita. Kalau lahan gundul itu kita tanami dengan tumbuhan penghasil energi, maka pertama – tama lahan kritis itu kita selamatkan, kita bebaskan dari sebutan lahan tidur. Lalu rakyat miskin yang tinggal di daerah sekitarnya akan mendapatkan pekerjaannya. Dengan pekerjaan mereka punya penghasilan. Dengan penghasilan mereka bisa sejahtera, dan bebas dari kategori miskin,” kata SBY.

Selain itu, Presiden SBY juga mengingatkan kepada TIM pengembangan BNN, untuk tidak cepat puas atas perkebunan percontohan yang berhasil di kembangkan. “Jangan puas. Jangan terpesona hanya karena berhasil dengan kebun percontohan. Harus bisa lebih dari itu, meskipun percontohan itu penting. Penanaman tumbuhan penghasil energi ini harus dilakukan dalam jumlah besar dan bersifat massal, bukan sekedar dua hektar, melainkan ribuan hektar, kalau perlu jutaan hektar. Sebab itu kita menjadikan sebagai program nasional didukung oleh semua pihak,” ingatnya.

Menurut Presiden, energi yang di hasilkan BBN ini dapat pula memenuhi kebutuhan energi secara nasional. “Dengan harga yang tidak lebih mahal dari harga BBM, ketergantungan kita kepada BBM akan berkurang. Udara akan lebih segar, karena polusinya yang rendah. Secara tidak langsung kita menyelamatkan bumi, dari menipisnya lapisan ozon yang menimbulkan efek rumah kaca,” katanya.

“Tidak berlebihan kalau saya mengatakan bahwa program energi nabati ini adalah program dunia akhirat. Karena itu saya mengajak kepada seluruh segenap lapisan masyarakat untuk mendukung program ini, untuk kemaslahatan kita bersama. Program energi nabati ini adalah ibarat kata pepatah, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Kita hijaukan lahan – lahan kita, kita berdayakan masyarkat, kita beri mereka pekerjaan dan kita tingkatkan pendapatan mereka, ” kata Presiden SBY. (mit)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s