Kisruh di Akhir Tahun : Telkomsel Bakal Kena Denda?

Jakarta, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menunggu laporan akhir tahun layanan PT Telkomsel sebagai syarat untuk mengaudit layanan seluler perusahaan itu yang sempat terganggu pada akhir 2006 yang lalu.

“Kita menunggu laporan akhir tahun sebagai dasar audit,” ujar anggota BRTI Heru Sutadi, di Seminar Isu Utama Telekomunikasi Indonesia, Hotel J.W. Marriot, Jakarta, Selasa (9/1/2007).

Heru menjelaskan, sesuai dengan penyelenggaraan modern licensing untuk telekomunikasi, BRTI secara periodik melakukan audit layanan. Audit antara lain dilakukan pada call center, drop call, dan Quality of Service secara keseluruhan.

Hasil audit itu akan menjadi syarat untuk menyelenggarakan layanan di tahun berikutnya. “Itu sama dengan di Jepang. Kalau di Jepang, audit penomoran, minta slot berapa dan terjual berapa. Kalau tidak terjual, tahun depan tidak akan dikasih sebanyak itu,” Heru menjelaskan.

Sebelumnya, layanan Telkomsel untuk suara, SMS, dan pengisian pulsa sempat terganggu pada hari terakhir 2006 (31/12/2006). Gangguan itu terjadi akibat adanya gangguan pada intelligent network (IN), padahal IN merupakan perangkat vital untuk menghadirkan tiga layanan yang disebut di atas.

Meski demikian, Heru tidak merinci sanksi apa yang akan diberikan jika layanan yang dijanjikan operator tidak sesuai komitmen. Sanksi yang akan diberikan akan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) tentang denda Telekomunikasi.

Operator Nakal Siap-Siap Kena Denda

Heru mengatakan Peraturan Pemerintah (PP) tersebut sudah rampung sejak Desember 2006. Saat ini PP itu menunggu adanya Peraturan Menteri untuk mengatur secara lebih rinci. Bahkan, menurut Heru, rancangan Permen tersebut juga sudah selesai. “Tinggal disahkan saja,” tukasnya.

PP itu ujar Heru mengandung banyak sanksi, sesuai kriteria pelanggaran. Heru mencontohkan, sanksi paling besar adalah untuk operator telekomunikasi yang menutup interkoneksi dari pihak lain.

Di kesempatan yang berbeda, Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil pernah mengatakan sanksi untuk interkoneksi bisa mencapai Rp 10 miliar.

Heru menjelaskan ini sesuai bobot pelanggaran. “Sanksi yang berat untuk pelanggaran yang berat, dan yang ringan untuk yang ringan. Kalau sanksi untuk interkoneksi ringan, operator besar bisa condong untuk membayar denda saja daripada mematuhi peraturan,” ia menambahkan.

Heru menampik jika dibilang PP Denda merupakan cara pemaksaan. “Kami hanya berusaha memberi pelajaran agar industri ini patuh pada peraturan,” tuturnya.

One thought on “Kisruh di Akhir Tahun : Telkomsel Bakal Kena Denda?

  1. Telkomsel gelo

    Gua pake esia sumedang cuma bisa nelpon ke xl. Dasar Telkom,telkomsel,dan indosat lintah darat,anti persaingan,penipu dan penghisap uang rakyat.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s