Awal Tahun Memprihatinkan

Didik SupriyantoRedaksi Detikportal

Jakarta, Hari-hari akhir 2006 dan memasuki 2007 kita menghadapi situasi yang sangat memprihatinkan. Korban banjir di Aceh dan Sumut belum tertangani dengan baik, luapan lumpur panas Lampindo kian mengganas, ancaman tanah longsor menghantui warga di Jawa bagian selatan, kecelakaan laut dan udara pun datang susul menyusul.

Kamis 28 Desember, KM Trista tenggelam di Selat Bangka, berikutnya Jumat 29 KM Senopati Nusantara tenggelam di perairan Jepara, lalu Sabtu 30 Desember, KM Sinar Batu tenggelam di Perairan Buleleng, dan Senin 1 Januari pesawat Adam Air.

Di antara tiga kapal yang mengalami celaka tersebut, KM Senopati Nusantara memuat penumpang paling banyak, yakni 628 orang. Dari jumlah tersebut, hingga Senin (1/1/2007) malam 421 orang belum ditemukan. Para korban terapung-apung terbawa arus ke arah timur, sampai di Pulau Bawean dan Pulau Madura.

Kapal tersebut meninggalkan Kumai, Kalimantan Tengah pada Kamis (28/12/2006) pukul 20.30, hendak menuju Tanjung Mas, Semarang. Namun dalam perjalanan, kapal bikinan Jepang tahun 1990 itu diterpa ombak besar hingga tenggelam. Sampai sejauh ini baru 197 penumpang yang berhasil diselamatkan.

Melihat jumlah penumpang yang belum ditemukan, kecelakaan laut ini merupakan kecelakaan terbesar ketiga jika dilihat jumlah korbannya. Kecelakaan pertama, menimpa KM Tampomas II pada 27 Januari 1981 dengan korban 143 tewas, 369 hilang, lalu 19 Januari 1996 KM Gurita tenggelam di perairan Sabang dengan korban 55 tewas, 283 hilang.

Sementara Tim SAR Nasional sedang bekerja mencari korban KM Senopati Nusantra, Senin (1/1/2007), dari pengawas lalu lintas udara dilaporkan pesawat Adam Air jenis Boeing 737-400 yang membawa 96 penumpang dan 6 kru menghilang dari pantauan.

Pesawat yang lepas landas dari Bandara Junada Surbaya pukul 13.00 WIB menuju Bandara Samratulangi Manado itu hilang dari pantauan radar sejak pukul 15.07 WIT. Diperkirakan pesawat itu jatuh di wilayah darat Sulawesi Barat.

Beberapa media mengabarkan, sebelum pesawat hilang dari pantauan, pilot sempat mengabarkan bahwa pesawat oleng diterjang angin kencang dan hujan. Namun informasi ini tak lazim karena kecelakaan udara yang disebabkan cuaca biasanya terjadi pada saat lepas landas atau mendarat. Pada saat terbang tinggi, apalagi ini jenis pesawat besar, sangat mungkin yang terjadi adalah masalah teknis.

Apa yang dapat kita petik dari kecelakaan besar di akhir dan awal tahun ini? Pertama, kapal-kapal laut kita seakan bergerak tanpa memperhatikan kondisi cuaca. Dalam hal ini ada dua kemungkinan sebab: pertama, nahkoda dan syabandar tidak mendapat informasi cuaca yang cukup sehingga tanpa banyak pertimbangan langsung memberangkatan kapal, atau kedua, informasi cuaca sebetulnya sudah tersedia, akan tetapi nahkoda dan syabandar mengabaikannya. Mana yang terjadi? Kepastian ini penting guna melihat lebih jauh apa yang menjadi sebab, dan siapa yang paling bertanggunjawab atas kecelakaan ini.

Tentang tranportasi udara, sudah lama dikhawairkan beroperasinya sistem penerbangan murah bisa berimplikasi kepada sistem keselamatan penerbangan. Pihak pengelola penerbangan selama ini mengklaim bawa keselamatan tetap yang diutamakan, karena pemotongan biaya dilakukan di luar biaya operasi pesawat. Namun kian seringnya kecelakaan penerbangan, maka janji pengelola itu harus dicek lagi. Oleh karena itu Departemen Perhubungan harus lebih ketat dalam mengawasi sistem keselamatan terbang setiap maskapai. Tanpa itu, industri penerbangan yang sedang tumbuh pesat ini hanya akan memakan banyak korban.

One thought on “Awal Tahun Memprihatinkan

  1. obie

    Maaf saya yangsebesar2nya kalo saya tidak pantas bicara seperti ini atau saran seperi ini ??
    Saya sangat suka film legendaris ttg sejarah. bagaimana kalo Film Tampomas di bikin sebuah sejarah perfilman Indonesia.. soalnya saya ingin tahu sejarah awal pembuatan hingga akhirnya dari kapal TAMPOMAS, saya sangat terharu melihat tragedi tampomas di Web Geogle.. saya minta maaf kalo saya tidak pantas kirim pesan seperti ini.
    tapi saya ingin tahu sejarah TAMPOMAS Dan Awak Kapal serta orang2 yang ada di kejadian waktu itu. dan saya sangat berterima kasihkalao saran saya di ambil intinya
    Terima kasih

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s