Kilas Balik Sektor Otomotif 2006

Januari: Realisasi penjualan mobil domestik pada bulan ini tercatat cuma 26.612 unit atau anjlok 41,4% dibandingkan bulan sama 2005 yang mencapai 45.480 unit. Paceklik penjualan ini merupakan dampak kongkrit dari kebijakan pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak pada Oktober 2005. Industri sepeda motor nasional juga tidak mampu menghindar dari musim sepi pembeli. Di Januari ini, penurunan permintaan menyebabkan volume produksi kendaraan bermotor roda dua hanya mencapai 267.641 unit, anjlok 31,03% dibanding bulan sama 2005 yang tercatat 388.040 unit.

Februari: Gaikindo mengumumkan bahwa asosiasi ini secara resmi telah terakreditasi sebagai anggota ke-42 dari OICA (Organization Internationale des Constructeurs d’Automobiles). Dengan peningkatan status itu, maka pameran otomotif reguler dua tahunan yang sebelumnya bernama Gaikindo Auto Expo, mulai tahun ini berubah menjadi Indonesia International Motor Show.

Maret: Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasi Honda Giken Kogya Kabushiki Kaisha, perusahaan asal Jepang, dan membatalkan pendaftaran desain industri sepeda motor Garuda, yang terdaftar atas nama PT Anglo Sama Permata Motor. Dalam putusan kasasinya, Mahkamah Agung menyatakan bahwa desain industri sepeda motor Garuda, yang terdaftar dengan nomor ID 0 006 493 pada 3 Oktober 2003 bukan desain industri yang baru. Putusan kasasi MA ini sekaligus membatalkan putusan Pengadilan Niaga Surabaya, yang menolak gugatan Honda.

April: Gejolak politik di Thailand yang berakhir dengan pengunduran diri Perdana Menteri Thaksin Shinawatra sempat membuat cemas industri otomotif nasional terkait kegiatan ekspor-impor. Namun kecemasan itu berlangsung singkat karena diyakini Pemerintah Thailand mampu meredam dampak kisruh politik di dalam negeri, sehingga tidak meluas ke sektor bisnis. Tercatat saat itu, terdapat sejumlah model mobil didatangkan dari Thailand seperti Fortuner, Jazz, Vios. Namun beberapa merek ini sekarang sudah dirakit di Indonesia.

Mei: Pasar otomotif nasional pada bulan kelima ternyata tidak kunjung membaik, bahkan sebaliknya kian memburuk. Di bulan keempat tahun ini penjualan mobil anjlok hingga 55,94% dibandingkan April 2005. Berdasarkan data Gaikindo, pada bulan lalu, pasar mobil domestik hanya menyerap 22.578 unit. Angka ini hanya sekitar separuh dari total realisasi penjualan mobil pada April 2005 yang mencapai 51.250 unit.

Juni: Di penghujung semester I/2006, penjualan mobil nasional mulai terlihat menggembirakan. Di tengah daya beli yang belum sepenuhnya pulih, penjualan pada Juni 2006 mengalami kenaikan 6,4% menjadi 24.564 unit dibandingkan Mei yang tercatat 23.022 unit. Meski angka penjualan bulanan semakin membaik, total penjualan selama semester I tahun ini hanya sekitar separuh dari angka penjualan periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil nasional semester I/2006 anjlok 50,57% menjadi 149.577 unit, dibandingkan periode sama 2005 sebanyak 295.776. Hampir seluruh ATPM mobil mengalami peningkatan penjualan pada Juni 2006 kecuali PT Toyota yang turun 4,7% menjadi 8.646 unit dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 9.073 unit, kendati merek ini masih menjadi pemimpin pasar di Tanah Air.

Juli: Gaikindo menggelar The 14th otomotive Indonesian International Motor Show (IIMS) 2006. Sayangnya ajang tersebut hanya mampu membukukan transaksi sekitar Rp1 triliun dari penjualan 5.406 unit mobil. Angka ini lebih kecil dari target sebesar Rp1,2 triliun. Pada IIMS 2006 ini, Toyota Yaris Superman tampil sebagai mobil terfavorit selama pameran dan Honda New Civic 2.0S meraih predikat Best of the Best.

Agustus: Di bulan ini, tersiar kabar PT Proton Edar Indonesia berencana menjual pabrik perakitan mobil di Indonesia menyusul keputusan pemerintah Malaysia yang mempercepat implementasi kesepakatan pasar bebas Asean di sektor otomotif. Proton berniat menjual pabrik yang dibangun di Cikarang, Jawa Barat, dengan investasi sekitar US$24 juta tersebut, apabila keberadaannya tidak lagi menguntungkan setelah Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi pada sekitar Februari memutuskan mempercepat keikutsertaan industri otomotif dalam perjanjian AFTA dari semula 2008 menjadi Maret 2006.

September: Menteri Keuangan menebitkan Permenkeu No. 79/PMK.010/2006 yang berisi tentang penghapusan bea masuk impor atas komponen kendaraan bermotor yang akan dirakit untuk tujuan ekspor. Kebijakan yang ditandatangani pada 25 September itu dimaksudkan untuk mendorong investasi di sektor otomotif berorientasi ekspor dan berlaku selama 12 bulan terhitung sejak 26 Agustus 2006.

Oktober: Delegasi US-Asean Business Council, yang dipimpin President-nya, Matthew P. Delay, datang ke Indonesia untuk bertemu sejumlah pejabat negara a.l. Wapres Jusuf Kalla dan Menko Perekonomian Boediono. Pengusaha dari AS tersebut mempertanyakan pengenaan PPnBM di sektor otomotif yang dinilainya tidak layak lagi diterapkan. Saat itu, wapres berjanji akan menghapus PPnBM atas semua jenis kendaraan jika sudah tidak ada lagi subsidi BBM.

November: Untuk pertama kalinya dalam 11 bulan terakhir, realisasi penjualan mobil domestik berhasil melampaui realisasi angka bulanan selama 2005, untuk bulan yang sama. Pada November, penjualan mobil nasional mencapai 33.400 unit atau naik 28,5% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 26.069 unit. Keberhasilan ini sekaligus membangkitkan optimisme kalangan industriawan otomotif bahwa pasar sudah mulai membaik. Begitu pun realisasi penjualan sepeda motor pada November melonjak 51,41% dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat mencapai 528.969 unit, naik lebih separuh dari bulan sebelumnya yang hanya 349.365 unit. Di bulan ini juga, digelar Jakarta Motor & Motorcycle Show 2006.

Desember: Depperin secara resmi mengeluarkan rekomendasi kepada Departemen Perdagangan tentang penghentian izin impor kendaraan bermotor bukan baru dan meminta tidak lagi memperpajang kebijakan itu. Izin impor kendaraan bermotor bukan baru (bekas) ini diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan No.38/M-DAG/Per/12/2005 yang diterbitkan pada 31 Desember 2005 lalu dan berlaku hingga 31 Desember 2006. (Chamdan Purwoko)

One thought on “Kilas Balik Sektor Otomotif 2006

  1. della

    HALO…SAYA DELLA SEDANG MENYUSUN TUGAS AKHIR DENGAN BENTUK STUDI KASUS,KASUS YANG DIAMBIL ADALAH
    PERKARA PADA KASUS BULAN Maret: Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasi Honda Giken Kogya Kabushiki Kaisha, perusahaan asal Jepang, dan membatalkan pendaftaran desain industri sepeda motor Garuda, yang terdaftar atas nama PT Anglo Sama Permata Motor. Dalam putusan kasasinya, Mahkamah Agung menyatakan bahwa desain industri sepeda motor Garuda, yang terdaftar dengan nomor ID 0 006 493 pada 3 Oktober 2003 bukan desain industri yang baru. Putusan kasasi MA ini sekaligus membatalkan putusan Pengadilan Niaga Surabaya, yang menolak gugatan Honda.

    LALU SAYA MAU MINTA TOLONG,,BISA GA SAYA DAPETIN PUTUSAN PADA PENGADILAN PERTAMA DAN KASASI…TRIMA KASIH,…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s