Bisnis plus di pinggir jalan tol menggiurkan

Jangan berpikiran negatif terhadap judul di atas, karena hal itu tidak ada kaitannya dengan bisnis esek-esek di dalam mobil yang memanfaatkan jalur jalan tol, sebagaimana yang pernah diungkapkan dalam tayangan salah satu televisi. Tapi hal ini lebih kepada bisnis di pinggir kawasan jalan tol yaitu di kawasan tersebut tidak hanya terdapat restoran atau minimarket, tapi kini plus pompa bensin, bahkan factory outlet, dan banyak lagi.Jalan tol memang tempat lewat kendaraan dengan kecepatan tinggi dan bebas hambatan. Tapi itu tidak menghalangi munculnya ide kreatif.

Sebab, ternyata di sepanjang jalan itu muncul prospek ekonomi sampingan.

Dan itu tidak bisa diremehkan. Bagi investor yang punya dana Rp40 miliar ada peluang untuk berbisnis rest area (tempat peristirahatan) di sejumlah ruas jalan tol.

Sejauh ini, PT Jasa Marga telah merintis pengembangan kemitraan bisnis rest area semacam itu.

Sudah ada lima lokasi yang dikembangkan yaitu di tol Cikampek sebanyak tiga rest area, Bandung satu, dan Tangerang satu unit pula.

BUMN jalan tol itu melalui koperasi karyawannya akan mengembangkan 15 rest area di sejumlah titik di ruas tol yang dikelolanya.

Untuk investasi satu lokasi diperkirakan menghabiskan dana Rp40 miliar.

Bisnis rest area dikembangkan pihak Jasa Marga melalui pola bagi keuntungan bersih antara mitra investor dan Koperasi Karyawan Jasa Marga (Inkopkar Jaga). Inkopkar Jaga mematok bagi keuntungan bersih sebesar 10%-15% per tahun.

Sejauh ini, konsep kerja sama seperti di atas sudah dilaksanakan Inkopkar Jaga di lima lokasi yang telah mereka miliki.

Pengembangan bisnis rest area bagi Jasa Marga sebenarnya berangkat dari aturan investasi jalan tol yang mengharuskan Jasa Marga menyediakan area bersantai sejenak sebagai bagian dari fungsi keselamatan dalam operasi jalan berbayar tersebut.

Hanya saja, dalam pengembangan lebih lanjut dari aturan itu, ternyata memiliki peluang untuk dikombinasikan menjadi area bisnis plus rest area.

Maka, dikembangkanlah semacam one stop shopping mini yang biasanya terdiri dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), minimarket, dan rumah makan atau restoran.

Pelibatan mitra investor dalam pengembangan bisnis rest area itu juga didasarkan pada pertimbangan area itu bukan bisnis pokok dari usaha Jasa Marga.

Dengan begitu, mereka melibatkan investor swasta sebagai operator dan sekaligus investornya dengan maksud agar lebih profesional.

Dengan menjadikan rest area sebagai kawasan bisnis plus maka sesungguhnya secara kreatif, Jasa Marga telah mengubah kewajiban membuat rest area sebagai liabilitas menjadi aset produktif.

Dengan begitu, kalau rest area yang tadinya berangkat dari kewajiban yang membebani anggaran perusahaan karena harus membangun dan membiayai perawatannya, kini justru menjadi ladang emas baru yang menjanjikan pemasukan dana setiap tahunnya.

Profil bisnis area peristrirahatan di korodor jalan tol

Sumber: PT Jasa MargaHanya saja, sejauh ini belum didapatkan konfirmasi seberapa besar tingkat pengembalian modal (return of investment) dari sebuah rest area tersebut.

Peluang kerja sama

Dengan perkembangan terbaru dalam bisnis jalan tol, sebenarnya peluang melakukan investasi rest area bukan hanya dengan Jasa Marga, tapi bisa juga dengan sejumlah operator jalan tol yang lain.

Hanya saja, faktanya dari 649 km jalan tol yang ada saat ini, 500,82 km atau lebih dari 80% dimiliki Jasa Marga.

Wakil Kepala Badan Pengelola Jalan Tol, Agus Sidharta, mengatakan rest area memang menjadi fasilitas wajib yang dibebankan kepada pengembang jalan tol untuk unsur keselamatan.

Kalau kemudian menjadi area bisnis, maka proses dan mekanisme pembebasan lahannya menjadi terpisah dari proyek jalan tolnya.

“Kalau jadi bisnis area, maka lahannya harus dibebaskan sendiri dengan sistem harga tidak bisa mengacu pada harga yang telah diberlakukan seperti untuk jalan tolnya.”

Ketua Inkopkar Jaga Iwan Moedyarno mengatakan dalam pengembangan rest area memang pihaknya menetapkan kepada mitra investor untuk membeli tanah dengan pola built, operate, and transfer (BOT)dengan jangka waktu 25 tahun hingga 30 tahun.

Salah satu rest area baru yang dikembangkan Jasa Marga adalah tempat peristirahatan ke lima, yaitu Pinang Point di jalan tol Jakarta-Tangerang km 14B.

Rest area seluas 3,1 hektare itu sudah dikerjakan sejak 1 Desember 2004.

Investasi yang ditanamkan oleh mitra investor, PT Cita Lini Persada sekitar Rp45 miliar dengan pengembangan sejumlah fasilitas a.l. SPBU, toilet, tempat ibadah, parkir yang bisa menampung 138 kendaraan kecil dan 38 kendaraan besar, 12 outlet, 12 warung pedagang kecil, bengkel ringan dan restoran.

Jumlah tenaga kerja yang diserap untuk rest area di Kecamatan Pinang, Tangerang ini mencapai 138 orang, dengan komposisi tenaga kerja dari warga sekitar mencapai 65%.

Saat ini juga tengah disiapkan di titik tol Jakarta-Tengerang tepatnya di kilometer 13 jalur A, yang diharapkan Jasa Marga bisa digunakan untuk menghadapi arus mudik Lebaran setiap tahun.

Prospek

Program pemerintah untuk mempercepat pengembangan sejumlah ruas tol menjelang 2009 sesungguhnya juga melahirkan peluang bisnis rest area lebih banyak lagi.

Hal itu berangkat dari keyakinan dari catatan ruas yang akan dikembangkan terdapat banyak ruas yang punya potensi untuk pengembangan rest area komersial.

Yang paling prospektif tentu untuk ruas di Jabodetabek dan Trans Jawa.

Untuk Trans Jawa ada 13 ruas yang mau digarap dengan panjang jalan mencapai 763,24 km. Sedangkan di luar Trans Jawa mencapai 19 ruas dengan panjang 335,84 km.

Investor pemilik dana di atas Rp40 miliar kini bisa mengintip ruas mana yang mereka minati. Kalau berminat tinggal mengontak operator jalan tolnya.

Kalau tolnya sudah beroperasi tentu sangat mudah mengontaknya.

Tapi, kalau jalan masih dalam tahap perencanaan atau konstruksi tentu harus menunggu dulu sampai jalan tol selesai dibangun. (irsad.sati@bisnis.co.id)

Oleh Irsad Sati
Wartawan Bisnis Indonesia

3 thoughts on “Bisnis plus di pinggir jalan tol menggiurkan

  1. Lisa

    ini bisa menjadi alternatif investasi bagus sekali bagi para penggemar invest property, seperti apartment, rent office, dll…

    Kalau utk dana 40miliar siy lumayan sulit ya…😀
    Tapi disini koq tidak ada info, siapa2 yg mjd “Tuan 40M”, sehingga kami2 ini bisa mengontak utk invest di space/room-nya saja, atau bahkan mjd tenant-nya…🙂

    Reply
  2. Andreas

    berapa biaya yg harus dikelaurkan untuk rent tempat toll tangerang ?
    dgn siapa dan alamatnya kami bisa menghubungi ?

    Reply
  3. rahmawati

    bukannya untuk penempatan lokasi rest area sudah ditetapkan oleh DPU direktorat jendral binamarga? Jadi jasa marga tidak bisa sembarangan membangun rest area untuk peluang bisnis…atau mungkin jasa marga punya standar sendiri untuk penentuan rest area.

    mohon informasinya soalnya ini berkaitan dengan TA saya…terimakasih…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s