Pesawat Lion Air Tergelincir Di Makassar

Minggu, 24 Desember 2006 | 13:49 WIB

TEMPO Interaktif, makassar:Pesawat Lion Air jenis Boeing 737 400, dengan nomor penerbangan JT 792 PKLIJ, dari Jakarta menuju Gorontalo, tergelincir di Bandara Hasanuddin, Makassar, Minggu (24/12) sekiar pukul 08.35 Wita. Seluruh penumpang selamat, sementara pesawat mengalami kerusakan yang cukup parah.

Humas PT Angkasa Pura I Makassar, Yan Daulima mengatakan pesawat itu berangkat dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta sekitar pukul 05.30 Wib, tujuan Gorontalo, dan transit di Bandara Hasanuddin, Makassar sekitar pukul 08.35 Wita. Pesawat yang dikemudikan oleh kapten Rahmat Yudia membawa 156 penumpang, salah seorang di antaranya bayi dan 6 kru pesawat.

Saat ini pesawat belum ditarik karena kerusakannya cukup parah yakni tutup mesin kanan lepas dan berada sekitar 150 meter di belakang pesawat, mesin kiri pecah, ban belakang pesawat terlepas dan berada sekitar 100 meter dibelakang pesawat, pintu darurat kiri rusak. Saat pesawat masih berada di ujung Runway 31 menghadap ke kiri, dalam kondisi tertanam tanah becek.

Salah seorang penumpang, Hamin Pou, mengatakan bahwa sesaat sebelum pesawat yang ditumpanginya mendarat, terjadi guncangan yang cukup hebat sehingga barang-barang yang ada dikabin jatuh, kejadian itu cukup cepat dan pesawat terasa terseret.

“Saat itu kondisi penumpang sudah panik, termasuk pramugarinya tidak bisa menyembunyikan kepanikannya. Penumpang bertambah panik saat melihat kepulan asap dan bau hangus, dengan cepat para penumpang turun dari pesawat, bahkan beberapa ada yang memecahkan jendela, kemudian melompat. Sehingga ada beberapa penumpang yang kakinya lecet,” kata Hamin.

Sementara saksi warga kelurahan Hasanuddin, Kecamatan Maros, yang tinggal sekitar 500 meter dari lokasi kejadian, Hasfianti mengatakan saat kejadian cuaca sangat cerah dan sejak subuh belum pernah turun hujan. Sesaat sebelum kejadian ia mengaku mendengar ada suara pesawat dan tiba-tiba terdengar ledakan yang cukup mengagetkan warga sekitar bandara.

Saat mengetahui sumber dia pun menuju kesana, dari luar pagar kawat arela bandara, Hasfianti bersama penumpang melihat pesawat Lion Air yang telah keluar landasan dan tertanam ditanah, dan terlihatada kepulan asap dari pesawat itu, saat itu para penumpang tidak langsung turun, malah mereka turun sekitar 15 menit setelah kejadian.

Irmawati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s