Tak bisa satu ukuran bangun dunia

Judul : Making Globalization Work
Pengarang : Joseph E. Stiglitz
Halaman : XXV + 358
Penerbit : The Penguin Group
Tahun : 2006

Yoseph E. Stiglitz adalah salah seorang yang pernah menerima Nobel-Prize bidang ekonomi empat tahun yang lalu. Posisinya yang pernah menjabat sebagai anggota dan ketua Penasihat Dewan Ekonomi pada era Presiden Bill Clinton periode 1993-1997, dan Senior Wakil Presiden Bank Dunia dan Kepala Ekonom (1997-2000) merupakan pengalaman yang sangat berharga sehingga dia dapat menulis buku ini. Karena di era itu, didirikan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan terjadi krisis ekonomi di Asia Timur dan Tenggara.

Buku ini berisi 10 bab dengan judul masing-masing yaitu: 1) Another is possible, 2) The Promise of Development, 3) Making Trade Fair, 4) Patents, Profits, and People, 5) Lifting the Resource Curse, 6) Saving the Planets, 7) the Multinational Corporation, 8) the Burden of Debt, 9) Reforming the Global Reserve System, dan 10) Democratizing Globalization.

Joseph menyatakan bahwa buku ini kebanyakan menguraikan tentang globalisasi ekonomi yang memerlukan integrasi ekonomi yang lebih erat antarnegara melalui peningkatan arus barang dan jasa, modal, dan bahkan tenaga kerja.

Dia begitu yakin globalisasi memiliki potensi peningkatan manfaat bagi negara-negara berkembang dan maju, walau realita menunjukkan hal yang bertolak belakang. Namun, katanya, hal itu bukan karena masalah globalisasi melainkan bagaimana cara mengelolanya.

Awalnya, euphoria globalisasi pada 1990-an melalui pembentukan WTO diharapkan memberikan solusi peningkatan liberalisasi perdagangan yang adil, dan jujur serta kesejahteraan di negara-negara berkembang dan maju.

Yang terjadi malah menyatukan umat manusia di berbagai dunia menentang globalisasi. Ditandai protes pertama yang cukup besar justru di negara maju saat pertemuan WTO di Seatlle, Amerika Serikat pada 1999, dan juga pertemuan WTO di Cancun, Doha dan terakhir di Hong Kong pada 2005.

Dua sisi

Realita globalisasi dan liberalisasi perdagangan kerapkali memiliki dua sisi yang bisa bertolak-belakang. Para pekerja pabrik Amerika Serikat cemas kehilangan pekerjaan karena masuknya produk impor dari China.

Sebaliknya, para petani dari negara berkembang melihat pekerjaannya terancam karena produk pertanian mereka tidak dapat diekspor ke negara Eropa karena masih begitu besar subsidi di sana.

Menurut Joseph, akhirnya dunia belajar bahwa “satu-ukuran” tidaklah cocok untuk seluruh strategi pembangunan. Untuk membangun keadilan global diperlukan pendekatan komprehensif terhadap pembangunan, melakukan perdagangan yang fair, dan perlu perlakuan yang berbeda terhadap negara berkembang.

Agar globalisasi bekerja maka dalam jangka panjang perubahan yang paling dibutuhkan adalah mengurangi defisit demokratisasi dengan mengubah, diantaranya, struktur voting di IMF dan Bank Dunia dengan memberikan porsi yang baik kepada negara berkembang.

Selain itu, meningkatkan transparansi, mengembangkan aturan dalam terjadi konflik kepentingan, meningkatkan akuntabilitas dan kemampuan negara berkembang untuk berpartisipasi penuh dalam membuat keputusan. Reformasi lain yang juga perlu dilakukan adalah prosedur hukum dan penegakan hukum internasional yang lebih baik.

Insan Budi Maulana
Advokat pada Lubis, Santosa & Maulana, Law Offices

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s