SUV di bawah Rp200 juta menggiurkan

Suatu hari dalam perjalanan pulang dari kampus UI di Depok, seorang ekonom jebolan Universitas Paris-Sorbonne bercerita soal city car Jepang miliknya yang tak memberinya rasa gagah saat melintas di jalanan Ibu Kota. Akhirnya sang ekonom itu memutuskan mobil imutnya itu bakal dijual dan digantikan oleh sesosok medium sport utility vehicle (SUV) buatan Jepang juga. Kasus sang ekonom setidaknya merupakan cerminan konsumen mobil saat ini terhadap sosok kendaraan yang menawarkan kesan gagah, tapi tidak menghilangkan fungsi serbaguna sekaligus diperuntukkan untuk melibas jalanan terjal.

Namun, tidak demikian dengan pengguna di Indonesia yang mengedepankan gengsi ketimbang fungsi. Tak heran syarat lain yang diminta pun agak janggal, yakni tampang gagah, tapi irit bahan bakar. Alhasil SUV yang beredar di Tanah Air pun lebih banyak menggunakan sistem penggerak 4×2 alias SUV banci.

Maklum, SUV banci selain irit bahan bakar juga ramah terhadap kantong karena cukai yang dikenakan hanya 10%-40%. Bandingkan dengan SUV berpenggerak 4×4 yang diketok pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) 30%-75%.

Dari segi penyerapan konsumen pun sebetulnya SUV banci belum terlalu menggiurkan jika dibandingkan dengan pasar multi purpose vehicle (MPV).Meski demikian, pasar ini makin menggeliat saja sejak kemunculan Suzuki Grand Vitara 2.000 cc berkapasitas lima penumpang. Pasarnya pun mulai memanas.

Bagaimana tidak memanas, SUV yang dipasarkan PT Indomobil Niaga International (IMNI) ini termasuk suatu pilihan yang ekonomis. Cukup dengan duit Rp200 juta sebuah Grand Vitara bisa dibawa pulang.

Bandingkan dengan SUV sejenis yang dipasarkan agen tunggal pemegang merek (ATPM) lain yang selama ini masih bermain di kisaran harga di atas Rp200 juta seperti Honda CR-V, Hyundai Tucson, dan Nissan X-Trail.

Maka itu, jika melihat kecenderungan pergerakan yang terjadi pada komposisi pasar otomotif nasional, kelas 4×2 tahun depan diperkirakan makin berkembang pesat dari hanya berkisar 1.000 unit per bulan bakal melonjak menjadi 2.000 unit per bulan. Apalagi ada pendatang baru yaitu Toyota Rush dan Terios dengan harga Rp122,5 juta hingga Rp180 juta.(algooth.putranto@bisnis.co.id/ ahmad.muhibbuddin@bisnis.co.id)

Algooth Putranto & Ahmad Muhibbuddin
Bisnis Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s