Rachman Menang TKO

Minggu, 24/12/2006 00:32 WIB
Doni Wahyudi – detikSport


Detiksport/Kris Fathoni

Jakarta – Muhammad Rachman sukses mempertahankan sabuk juara dunia terbang mini IBF. Petinju gaek berusia 35 tahun itu menang TKO atas Benjie Sorolla di ronde tujuh.

Inilah kali ketiga Rachman berhasil mempertahankan gelar yang didapatnya dua tahun lalu saat menang angka atas Daniel Reyes. Usaha mempertahankan gelarnya yang pertama yang pertama dengan Fahlan Sakkreerin berakhir imbang, sementara sang penantang kedua, Omar Soto, dikanvaskan di ronde enam.

Ini menjadi kemenangan kedua Rachman atas Benjie. Kedua petinju sempat saling berhadapan tahun 2002, saat itu Rahman “cuma” menang angka.

Kemenangan ini menjadi kado ulang tahun spesial buat Rachman. Soalnya 23 desember ini, petinju kelahiran Merauke itu tengah merayakan hari jadinya yang ke-35.

Di Stadion Tennis Indoor Senayan, Sabtu (23/12/2006) tengah malam WIB, Rachman membuktikan kalau usia senja bukan menjadi penghalang untuk terus berprestasi. Menghadapi lawannya yang lebih muda 10 tahun, petinju berjuluk Predator itu menunjukkan kematangannya dengan bermain sangat tenang.

Setelah menjalani ronde pertama sebagai ronde penjajakan dan tak banyak pukulan dilepaskan, pertarungan di ronde kedua mulai memanas. Di ronde ini Benjie memasukkan lebih banyak pukulan ke wajah Rachman.

Mencoba bangkit, Rachman sukses mendaratkan hook dan jab-nya di ronde tiga. Namun karena pertahanan yang kurang rapat, Benjie yang sejak ronde awal lebih berinisiatif menyerang masih mampu mencuri kesempatan dan memasukkan beberapa tinjunya. Apalagi counter petinju berperingkat 14 IBF itu memang sangat cepat.

Keunggulan Rachman mulai terlihat di ronde empat. Sebuah hook kanan Rahman mendarat mulus di wajah Benjie dan membuat petinju Filipina itu mundur beberapa langkah.

Janji kedua petinju untuk saling meng-KO lawannya di ronde lima tak terbukti. Tapi di ronde ini Rachman mampu unggul jauh atas lawannya, beberapa kali kombinsi upper cut kanan dan kirinya bersarang tepat di sasaran. Sebaliknya, banyak pukulan Benjie hanya menerpa angin karena Rachman ternyata masih gesit dan mampu mengelak.

Keperkasaan Rahman makin tak terbendung di ronde keenam. Dengan tetap bermain sabar dan menunggu lawannya masuk menyerang, Rachman menutup ronde ini sebuah peringatan waspada saat upper cut yang dilepaskannya mendarat mulus di dagu Benjie dan membuatnya terhuyung-huyung.

Benar saja, ronde tujuh ternyata menjadi ronde terakhir pertarungan tersebut. Setelah lebih banyak menunggu, inisiatif serangan Rachman muncul di ronde ini dan membuahkan hasil dengan banyak upper cut dan hook yang masuk di awal ronde.

Kondisi tersebut membuat Rachman makin pede. Benjie digiringnya ke sudut ring. Melihat kesempatan datang Rachman tak menyia-nyiakannya dan menghujani lawannya dengan kombinasi jab, upper cut dan hook yang banyak mendarat mulus di wajah Benjie.

Akhirnya sebuah upper cut kanan Rachman yang lagi-lagi bersarang telak di wajah Benjie yang masih limbung memaksa wasit menghentikan pertarungan 20 detik sebelum ronde tujuh berakhir. Rachman pun dinyatakan menang TKO di ronde tujuh. (din/ian)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s