Bersaing dengan Branding & Marketing

Kalau kita mengamati koran, tabloid, majalah, televisi, dan media massa lainnya dalam beberapa bulan terakhir ini, maka yang terlihat adalah persaingan pasar semakin sengit. Khususnya di industri retail-hypermarket, dan industri FMCG (fast moving consumer goods) yang ditunjukkan dengan iklan yang semakin besar, semakin sering, bahkan sampai satu halaman, dan dicantumkannya harga yang semakin mencolok. Kalau kita masuk ke industri telekomunikasi, khususnya handphone, tidak terelakkan persaingan sengit juga terjadi di sana, baik oleh prinsipal si-empunya merek ponsel sampai operator telekomunikasi.

Tidak kalah menariknya juga di industri otomotif, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Pada akhirnya, juga terjadi pada industri teknologi informasi. Ada apa gerangan? Mengapa hal ini terjadi?

Sebagai praktisi manajemen di suatu perusahaan, seharusnya kita sudah mulai ‘melek’ dan waspada akan hal ini. Kita harus mulai berpikir praktis, taktis dan strategis, tidak hanya konseptual dan teori-teori yang sangat dahsyat. Lihat, yang diperlukan saat ini adalah action!

Jadi, jelas bahwa sebagai praktisi, kita sangat memerlukan marketing, branding dan positioning agar kita bisa senantiasa memenangkan persaingan di pasar, tidak hanya mindshare, tetapi sampai spaceshare bahkan sampai dengan walletshare.

Berikut ini suatu illustrasi apabila kita memiliki merek yang kuat :

Brand yang kuat

# Meningkatkan harga pasar.
# Lebih memudahkan untuk memperkenalkan produk-produk baru.
# Meningkatkan kemampuan untuk menarik dan mempertahankan karyawan maupun mitra bisnis yang berkualitas.
# Dengan brand yang kuat bisa membantu pada saat ekonomi lagi mengalami penurunan.


Apabila kita memiliki nilai dari sebuah merek :

Nilai daripada sebuah brand

# Menciptakan standar/preferensi
# Membangun kepedulian (awareness)
# Lebih mudah menjangkau patner, distributor dan reseller bahkan sampai ke pelanggan
# Menunjukkan kepemimpinan di dalam bisnis.
# Mempengaruhi pola pembelian
# Menciptakan nilai bagi sebuah kemitraan
# Menunjukkan komitmen, kompetensi dan kualias yang kuat.
# Mengangkat mitra-mitra kecil menjadi lebih feasible dan credible.
# Untuk perusahaan besar, adalah kolaborasi/ co-branding yang saling menguntungkan.

Illustrasi ke tiga :

Tipikal sebuah brand dari

# Warna
# Logo
# Ketenaran.
# Branding sendiri bisa menciptakan suatu perasaan positif bahkan sampai mendarah daging.
# Dengan menggunakan brand itu kita merasa sebagai pemenang, yang terbaik, sebagai high profile.
# Hampir semua orang membicarakannya dalam suatu komunitas.

Semua fakta berikut ini menunjukkan bahwa persaingan pasar semakin sengit dan menajam, sehingga perlu berbagai tindakan strategis dan taktis yang mempunyai keakuratan dan pertimbangan yang tinggi. Namun bisa dibuat dengan cepat. Untuk itulah diperlukan informasi dan data dari berbagai sumber terpercaya.

Beberapa fakta itu adalah:

? Penduduk Indonesia, sekarang mencapai 223 juta orang yang terbagi dalam status sosial ekonomi seperti berikut kalangan atas (12%), kalangan menengah (40%)dan kalangan bawah (48%). Data itu diambil dari Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI).

Jadi, hanya 30 juta penduduk Indonesia yang tinggal di kota dan mempunyai daya beli yang tinggi, dimana 60% dari mereka tinggal di Pulau Jawa, 21% di Sumatra dan sisanya menyebar di pulau-pulau lain.

? Perkembangan supermarket yang stagnan, kini berkembang ke arah minimarket dan hipermarket, tanpa melupakan pasar tradisional yang tetap dengan keberadaannya. (sumber dari ACNielsen, Reseach Company)

Kebiasaan masyarakat kota yang telah berubah dan menjadikan belanja merupakan rekreasi akhir minggu.

? Pertumbuhan keperluan akan sepeda motor yang sangat signifikan dalam dua-tiga tahun terakhir, yang dipicu adanya kenaikan BBM, bahan bakar minyak dan terlihat pada saat mudik.

? Pertumbuhan penggunaan handphone yang sangat menarik dibandingkan dengan telephone rumah yang relatif tetap. Mulai dari level bawah, menengah apalagi atas, semuanya sibuk dan ingin selalu memencet handphone.

? Pertumbuhan kebutuhan akan barang elektronik yang meningkat, seperti terlihat pada pasar televisi ataupun LCD TV. Kompetisi bisnis dan pasar yang semakin tajam, dengan mengharapkan para produsen mempunya time-to-market yang semakin cepat.

? Perkembangan Teknologi Informasi yang kian merambah ke berbagai industri, baik manufaktur, otomotif, industri retail, industri pangan sampai ke industri yang tanpa TI tidak bisa bergerak seperti banking dan telekomunikasi.

Apabila semua fakta itu telah bisa disinergikan, maka sebagai manajemen dalam perusahaan, kita harus mulai memikirkan strategi pemasaran yang tepat, branding yang baik, positioning yang baik sehingga kita selalu bisa menjadi top of mind. Artinya bisa mendominasi mindshare. Di samping mindshare, akan lebih baik lagi jika ada spaceshare sampai ke walletshare.

Untuk mencapai hasil tersebut, kita perlu strong brand dan brand value yang tinggi serta membangun komunitas terus-menerus, membangun mata rantai yang baik antara pemasok-distributor-peritail-pengguna-dan-pihak terkait. Jadi, branding dan marketing harus dilakukan secara terus menerus agar senantiasa mencapai brand yang kuat dan positif.

Goenawan Loekito
Direktur Marketing Oracle Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s