Selamat datang, boutique office!

Kawasan Mangga Besar-Gunung Sahari di Jakarta Pusat sebentar lagi akan memiliki satu lagi properti mixed use terdiri dari hotel, apartemen, dan boutique office. Namanya Grand Kartini yang beridi di areal seluas 7.215 m2. Mungkin Anda pernah atau bahkan sering mendengar kata boutique hotel, tapi boutique office terhitung baru di negeri kita. Proyek yang dikembangkan oleh PT Internusa Jaya Semesta ini memanfaatkan Century 21 Pertiwi, Gading, dan Puri sebagai agen penjualannya.

Ali Hanafiah, sole agent proyek tersebut dari Century 21, mengungkapkan konsep boutique office ini memang terbilang baru di Indonesia. Terdiri dari 17 unit yang tersebar di lima lantai, dengan masing-masing unitnya memiliki luas 477,5 m2.

“Tidak ada batasan pasti apa yang dimaksud dengan istilah tertentu termasuk boutique office. Yang pasti, fasilitas yang disediakan sangatlah lengkap. Penampilannya pun dibuat secantik dan seanggun mungkin. Juga tersedia food court,” tutur Ali.

Sedangkan Hartono Humin, General Manager PT Internusa Jaya Semesta, mengutarakan luas per unit yang 477,5 m2 dirancang untuk menjaring pebisnis yang memiliki dua perusahaan.

“Kedua perusahaan tersebut bisa disatukan di satu unit yang kami tawarkan,” kata Hartono.

Bicara soal kantor, ternyata Grand Kartini bukan hanya memberi opsi rukan di boutique office, melainkan juga menawarkan ruang kantor sewa di beberapa lantai bagian bawah dari hotel dan apartemen yang berdiri menjulang di belakang boutique office.

Swissbell Hotel

Khusus untuk hotel, nama Grand Kartini ditanggalkan, digantikan dengan Swissbell Hotel, chain hotel yang bermarkas di Hong Kong. Agaknya manajemen Swissbell merasa mendapatkan mitra yang tepat untuk mengoperasikan hotel di kawasan pusat bisnis yang termasuk wilayah Pecinan itu.

Memang dalam perjalanannya, Swissbell mengoperasikan hotel di Pecinan di berbagai negara.

Khusus untuk mengoperasikan hotel milik PT Internusa Jaya Semesta ini, Swissbell dan pihak Internusa kemarin menandatangani naskah perjanjian kerja sama tersebut.

Swissbell, menurut Hartono, sempat pula mengungkapkan keyakinan mereka bahwa pembangunan ekonomi yang berkembang pesat di China-antara lain didorong oleh pelaksanaan Olimpiade 2008-akan berimbas positif bagi Indonesia, sehingga ekonomi di wilayah Pecinan Jakarta bakal semakin menggeliat.

Dengan semakin menggeliatnya wilayah Jalan Gunung Sahari serta Mangga Besar dan sekitarnya, diharapkan sejumlah perusahaan asal China akan membuka cabang mereka di Indonesia dengan mengisi ruang perkantoran yang ditawarkan oleh Internusa Jaya Semesta.

Tipe studio

Sedangkan apartemen Grand Kartini didominasi oleh tipe studio dengan luas semigross 25 m2 dan 30 m2.

Segmen yang diincar ialah mahasiswa atau pedagang muda yang selama ini mesti membayar biaya sewa kamar dengan kisaran Rp1 juta hingga Rp5 juta per kamar per bulan. Harga yang ditawarkan pun ‘masuk akal’ yakni Rp150 juta hingga Rp500 juta per unit.

Dengan harapan bisa memiliki ruang privasi yang lebih luas dibandingkan dengan sewa kamar biasa, maka Internusa pun berusaha menggaet segmen yang memang cukup banyak terdapat dan tersebar di wilayah Mangga Dua, Mangga Besar, dan Gunung Sahari ini.

Yang menarik, berbagai fasilitas yang disediakan untuk apartemen terpisah dengan fasilitas yang disediakan bagi tamu hotel.

Hotel yang dikelola Swissbel itu akan memiliki fasilitas grand ballroom, ruang pertemuan, keamanan 24 jam sehari, kolam renang, pusat kebugaran dan spa, serta caf? & resto.

Sedangkan apartemennya memiliki berbagai fasilitas tersendiri antara lain berupa kolam renang, pusat kebugaran dan aerobik, sauna, spa, & jacuzzi, hall serbaguna, keamanan 24 jam sehari dengan CCTV, pusat anjungan tunai mandiri (ATM), minimart dan toko obat, caf? & resto, food court, pusat kecantikan, business center, serta TV kabel.

Proyek mixed use ini direncanakan mulai dibangun pada Februari tahun depan dan diharapkan rampung paling lambat 18 bulan berikutnya.

Untuk memberikan jaminan kualitas, sejumlah konsultan kondang pun ‘mengeroyok’ proyek ini. Sebut saja PT Putra Satria Prima yang bertindak sebagai konsultan manajemen konstruksi.

Konsultan lainnya ialah PT Megatika Internasional sebagai konsultan arsitektur, Ketira Engineering Consultant sebagai konsultan struktur, PT Meco Systech Internusa sebagai konsultan kelistrikan, dan Quanta QS Kostindo sebagai quantity surveyor. Sejauh ini belum ditetapkan sapa main contractor proyek ini.

Kehadiran Grand Kartini termasuk Swissbell Hotel-nya memperkaya khazanah properti Indonesia. Didukung lokasinya yang strategis di lingkaran sentra bisnis, proyek ‘truly mixed use’ ini akan mencatat sukses. (syahran.lubis@bisnis.co.id)

Oleh M. Syahran W. Lubis
Wartawan Bisnis Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s