PKB Ingin Sistem Pemilu Berbasis Suara Masyarakat

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ingin agar sistem yang digunakan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 mendatang berbasis pada suara rakyat. Artinya suara pemilih benar-benar menentukan partai mana yang tampil sebagai pemenang yang juga tercermin dalam perolehan kursi di parlemen.

“Tidak seperti dua kali pemilu yang sudah dimana-mana partai yang memperoleh suara pemilih besar belum tentu memiliki kursi yang lebih banyak di parlemen,”kata Ketua DPP PKB, Hermawi F Taslim di Jakarta. Taslim mencontohkan, pada Pemilu 2004 PKB memperoleh 11,98 juta suara, jauh melampaui PPP yang mendapat 9,24 juta suara dan PAN yang meraup 7,30 juta suara.

Namun PKB harus menerima kenyataan jumlah kursi yang mereka miliki justru di bawah kedua partai tersebut. “Ini memang lucu. Teman saya di Kanada menyebut demokrasi kita lucu, menang pemilu tapi kalah dalam perolehan kursi di parlemen. Tapi apa boleh buat memang sistemnya memungkinkan hal itu terjadi,”kata Taslim. Kenyataan itu dirasakan merepotkan oleh PKB, terutama untuk mempertanggungjawabkan suara para pemilihnya. PKB menilai sistem pemilu yang ada sekarang kurang menghargai suara rakyat.

Oleh karen itu PKB sangat bergembira dengan terpilihnya salah satu kadernya, Saifullah Maksum, sebagai ketua Panitia Khusus RUU Penyelenggara Pemilu DPR. Artinya ada peluang untuk memasukkan ide-ide PKB. (Republika, 4/12/06)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s