Hukum di Libya menjadi lelucon

Jika Libya ingin memperbaiki hubungan baik dengan barat, Muammar el-Qaddafi harus turun tangan untuk mengantisipasi kekeliruan yang telah dilakukan terkait dengan masalah hukum. Pekan ini, pengadilan Libya menjatuhkan vonis mati bagi enam orang tenaga medis asing karena dengan sengaja menyebarkan virus kepada ratusan anak yang menyebabkan mereka terjangkit AIDS. Ini adalah kali kedua pengadilan Libya melakukan eksekusi dalam kasus yang sama.

Putusan pengadilan tersebut dinilai terlalu mengada-ada, sebab virus yang menyebar yang mengakibatkan AIDS tersebut sebenarnya telah mewabah sebelum keenam paramedia tersebut (lima perawat dari Bulgaria dan satu dokter dari Palestina) tiba di Libya.

Kuat dugaan bahwa virus HIV itu mewabah akibat buruknya sistem sanitasi di rumah sakit, termasuk pengunaan alat-alat yang terkait dengan transfusi darah yang dinilai tidak higienis.

Fakta membuktikan bahwa anak-anak tadi telah terinfeksi virus HIV sebelum keenam paramedis tersebut tiba di rumah sakit, tempat anak-anak tersebut dirawat.

Satu hal yang disesalkan oleh sejumlah pihak adalah, pemerintah Libya cenderung menyalahkan pihak asing, tanpa terlebih dahulu mengevaluasi dan introspeksi diri terhadap keadaan infrastruktur kesehatan yang ada di negara tersebut.

International Herald Tribune, 22 Desember

One thought on “Hukum di Libya menjadi lelucon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s