Bedah Kasus Kelas Dunia

Beberapa hari lalu saya mendapat pertanyaan menarik dari peserta pertemuan dengan para pimpinan teknologi informasi di perusahaan yang diadakan perusahaan market leader dunia di bisnis software, yaitu: Dimana letaknya ‘orang’ pada konsep “7n1” Strategy?

Pada “7n1” Competition Objective ‘hanya’ ada sales, market share, customer awareness, customer image, customer satisfaction, customer loyalty, stakeholder value dan growth. Tidak spesifik disebutkan ada ‘orang’, meskipun umumnya yang menjadi ‘customer’ adalah orang atau ada ‘orang’ di belakangnya.

Pada “7n1” Competition Strategy, yang ada ‘cuman’ great perception, quality product, innovative product, customer engagament, massive distribution, competitive price, strive sales person dan customer insight. Tidak disebut dengan eksplisit istilah ‘orang’ khususnya personel yang profesional. Apakah ‘orang’ tidak penting? Pada prinsipnya, semua strategi bersaing tadi dijalankan oleh orang dan disandarkan pada kompetensi ‘orang’ yang mengelola perusahaan.

Kompetensi ‘orang’ merupakan hal yang sangat penting. Baik ‘orang’ yang ada di internal perusahaan, di jaringan bisnis seperti distributor, peritel, pemasok bahkan juga yang menjadi ‘orangnya’ kompetitor. Menjadikan personil perusahaan lebih kompeten menjadi kewajiban dan syarat sukses bagi perusahaan yang ingin menang bersaing.

Menjadi kompeten

Apa makna ‘kompeten’ yang seringkali juga disebut ‘profesional’? Bolehkah seseorang disebut profesional ketika tugas bos sudah terlaksana dengan baik? Untuk kepentingan penilaian karya internal, tentunya sah-sah saja menggunakan indikator kompetensi sebagai mampu melaksanakan tugas bos. Lagipula yang menilai kita profesional atau tidak adalah bos kita sendiri bersama tim personalia perusahaan.

Hanya saja profesional menurut versi organisasi kita saja tidaklah cukup. Profesional seperti ini baru ‘lulus uji sertifikasi’ sebagai ‘jago kandang’. Kita perlu ukuran profesional yang diakui kalangan lebih luas, dan kalau bisa malah pantas disebut sebagai profesional kelas dunia. Bagaimana caranya?

Pada workshop dalam upaya merancang sertifikasi ahli produktivitas tingkat Asia yang diadakan oleh Asian Productivity Organization beberapa waktu lalu, didiskusikan bahwa untuk layak disebut ‘profesional’ maka perlu ada standar profesi sebagai ahli produktivitas yang diakui di tingkat internasional. Kalau seseorang mampu melampaui standar tersebut, baru layak disebut profesional.

Dalam skala Indonesia yang dimaksud adalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Pada berbagai rapat pembakuan SKKNI yang saya ikuti sebagai anggota pengurus Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), selalu diupayakan menggunakan referensi standar profesi di tingkat internasional.

Dengan demikian seseorang yang sudah memenuhi SKKNI diharapkan juga sudah memenuhi kualifikasi profesi internasional. BNSP sendiri juga menginisiasi Mutual Recognition Arrangement dengan berbagai negara dan badan sertifikasi profesi dunia, sehingga nantinya sertifikasi oleh BNSP juga otomatis merupakan pengakuan kompetensi bertaraf internasional.

PT Sharp Electronic Indonesia yang memproduksi dan memasarkan produk elektronik bermerek global Sharp terus-menerus melakukan peningkatan kompetensi personelnya yang berada di pabrik, bengkel maupun petugas purna jual. Tidak terbatas yang ada di dalam lingkup perusahaan, tetapi juga yang bekerja di mitra bisnis Sharp.

Hasilnya sangat jelas terlihat. Tidak hanya Sharp terus mampu bersaing di Indonesia dan pasar dunia, tetapi ketenteraman kerja karyawan juga terjaga sehingga produktivitas perusahaan bisa terus ditingkatkan.

Mengelola ‘orang’ yang menjadi konsumen, personil perusahaan, mitra bisnis dan lingkungan merupakan ‘harga mati’ selama perusahaan masih ‘hidup’ di dunia. Sebabnya sederhana, karena isi dunia kan hanya ‘orang. Sementara ‘makhluk’ lain seperti kantor, uang, produk, binatang, tanaman dan lainnya merupakan pelengkap dari ‘orang’. Setidaknya itu kata orang.

Handito Hadi Joewono
CPM (Asia Pacific)
President Arrbey Indonesia
Email: handito@arrbey.com
Website: http://www.arrbey.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s